ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

1.500 Warga Masih Terisolasi Pascabanjir Bandang di Situbondo

Minggu, 25 Januari 2026 | 13:44 WIB
H
SM
Penulis: Hozaini | Editor: SMR
Seorang menaiki jembatan bambu penghubung Desa Patemon dan Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Minggu,(25/1/2026). Banjir bandang pada Rabu (21/1/2026) telah memutus jembatan penghubung dua desa, sehingga warga harus membangun jembatan darurat.
Seorang menaiki jembatan bambu penghubung Desa Patemon dan Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Minggu,(25/1/2026). Banjir bandang pada Rabu (21/1/2026) telah memutus jembatan penghubung dua desa, sehingga warga harus membangun jembatan darurat. (Beritasatu.com/Hozaini)

Situbondo, Beritasatu.com – Desa Patemon dan Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur terisolasi akibat banjir bandang memutus akses jembatan penghubung menuju pedesaan itu. Sebanyak 1.500 warga yang tinggal di desa itu terdampak.

“Kalau di desa kami ada 300 keluarga tersebar di lima RT. Kalau Desa Wringinanom ada 100 keluarga dalam satu RT di Dusun Krajan,” ujar Kepala Desa Patemon, Fadli kepada Beritasatu.com, Minggu,(25/1/2026).

Aktivitas warga kedua desa lumpuh karena jembatan limpas yang menjadi satu-satunya penghubung putus diterjang banjir bandang pada Rabu (21/1/2026).

ADVERTISEMENT

Puluhan warga kini melakukan kerja bakti untuk membuka akses dengan membangun jembatan alternatif.

Mereka membersihkan batu dan kayu yang menyumbat saluran jembatan limpas. Untuk sementara, akan dibangun jembatan menggunakan bronjong agar aktivitas warga bisa kembali normal.

“Ini jembatannya putus jadi enggak bisa dilalui kendaraan bermotor. Kalau mau bawa motor harus dipanggul melewati sungai, tetapi berbahaya karena airnya deras,” ujar Fadli.

Fadli mengatakan, selain kerja bakti membersihkan material banjir di jembatan, Dinas PUPP Situbondo juga telah mengirim alat berat. Dengan Jembatan alternatif tersebut diharapkan bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Di tempat kami yang banyak rusak infrastruktur dan lahan pertanian. Di atas sana ada jalan tertutup tanah longsor, ada banyak tanaman padi siap panen rusak akibat banjir bandang,” pungkasnya.

Sebelumnya, BPBD Situbondo mencatat sebanyak 7.435 rumah warga terdampak banjir bandang yang terjadi Rabu (21/1/2026) malam. Rumah yang terdampak tersebar di enam kecamatan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bupati Situbondo: Banjir Bandang Kali Ini Lebih Parah

Bupati Situbondo: Banjir Bandang Kali Ini Lebih Parah

JAWA TIMUR
Waspada Macet! Banjir Landa Jalur Pantura Surabaya-Bali Malam Ini

Waspada Macet! Banjir Landa Jalur Pantura Surabaya-Bali Malam Ini

JAWA TIMUR
Menbud Salurkan Bantuan untuk Pegiat Seni Korban Banjir Situbondo

Menbud Salurkan Bantuan untuk Pegiat Seni Korban Banjir Situbondo

JAWA TIMUR
7.435 Rumah Terdampak Banjir Bandang di Situbondo

7.435 Rumah Terdampak Banjir Bandang di Situbondo

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon