Serunya Tradisi Cukur Massal dan Bersih Masjid Sambut Ramadan di Ngawi
Selasa, 17 Februari 2026 | 11:47 WIB
Ngawi, Beritasatu.com - Menjelang masuknya bulan suci Ramadan 2026, suasana Dusun Melikan, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur tampak berbeda dari biasanya. Selasa (17/2/2026) pagi, anak-anak berlarian di halaman masjid, sebagian membawa sapu, sisanya duduk mengantre giliran dicukur.
Tradisi cukur massal yang telah berlangsung turun-temurun itu kembali digelar warga sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan. Rangkaian kegiatan diawali dengan bersih-bersih masjid oleh anak-anak dan remaja, lalu dilanjutkan dengan potong rambut gratis untuk warga.
Puluhan warga terlihat antusias. Anak-anak, remaja, hingga bapak-bapak duduk berjajar menunggu giliran. Jika dahulu warga mencukur rambut secara sederhana dan bergantian, kini kegiatan tersebut dibantu lima relawan dari komunitas barber profesional yang turut berpartisipasi secara cuma-cuma.
Bagi anak-anak, momen ini menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain rambut menjadi lebih rapi tanpa biaya, mereka juga bisa memilih model potongan sesuai keinginan.
“Ikut cukur untuk menyambut bulan Ramadan, biar rambut jadi rapi dan bagus. Cukurnya gratis, senang ikut cukur massal karena ramai dan banyak temannya,” ujar Kukuh Setia Sembodo, seorang warga.
Tokoh masyarakat setempat, Bambang Suparyono, mengatakan tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang puasa. Selain menjaga kerapian, kegiatan tersebut memiliki makna simbolis sebagai bentuk pembersihan diri sebelum memasuki bulan suci.
“Cukur massal ini sudah tradisi tiap tahun. Maknanya menyucikan diri sebelum beribadah puasa dan agar lebih rapi saat salat tarawih. Tenaga cukurnya dari barbershop dan semuanya gratis,” jelas Bambang.
Kegembiraan anak-anak semakin terasa usai rambut mereka dipangkas. Mereka bergegas menuju pancuran air di masjid untuk membersihkan sisa potongan rambut yang menempel di tubuh. Tawa dan canda pecah di antara mereka, menambah hangat suasana kebersamaan di desa itu.
Tradisi sederhana ini bukan sekadar potong rambut gratis, melainkan juga momentum mempererat kebersamaan warga. Di tengah persiapan menyambut Ramadan, semangat gotong royong dan kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah yang lebih segar dan rapi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




