ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Setara Daging Sapi, Harga Cabai Rawit di Ngawi Tembus Rp 120.000

Jumat, 20 Februari 2026 | 14:05 WIB
MF
BW
Penulis: Muhammad Miftakul Falakh | Editor: BW
Pedagang sembako di Pasar Besar Ngawi menjajakan dagangannya, Jumat 20 Februari 2025.
Pedagang sembako di Pasar Besar Ngawi menjajakan dagangannya, Jumat 20 Februari 2025. (Beritasatu.com/Muhammad Miftakul Falakh)

Ngawi, Beritasatu.com - Memasuki awal Ramadan, warga Kabupaten Ngawi dihadapkan pada lonjakan harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini dibanderol Rp 120.000 per kilogram, setara harga daging sapi kualitas standar.

Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Jumat (20/2/2026), menunjukkan harga cabai rawit kembali merangkak naik setelah sempat turun beberapa waktu lalu. Kondisi ini membuat pembeli harus merogoh kocek lebih dalam.

“Biasanya awal puasa harga mulai menyesuaikan. Sekarang tembus Rp 120.000, padahal sebelumnya sempat turun ke Rp 100.000 per kilogram,” ujar Bagus Sudiantoro, pedagang setempat.

ADVERTISEMENT

Tak hanya cabai, harga telur ayam negeri juga masih bertahan tinggi. Saat ini telur dijual Rp 31.000 per kilogram, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp 25.000 per kilogram.

Kenaikan serupa terjadi pada daging ayam potong. Jika beberapa hari menjelang puasa harganya Rp 40.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 42.000 per kilogram. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

“Harganya masih Rp 42.000. Karena mahal, pembeli jadi sepi,” keluh Suwarti, pedagang daging ayam.

Menariknya, di tengah melonjaknya harga cabai dan bahan pokok lain, harga daging sapi justru relatif stabil pada angka Rp 120.000 per kilogram. Situasi ini membuat harga cabai rawit merah benar-benar setara dengan daging sapi.
“Permintaan masih biasa saja. Biasanya harga naik mendekati Lebaran karena permintaan meningkat,” kata Rofi, pedagang daging sapi.

Selain kenaikan harga, sejumlah pedagang juga mengeluhkan minimnya pasokan minyak goreng subsidi Minyakita. Beberapa di antaranya mengaku sudah lama tidak menerima distribusi dari Bulog.

“Kiriman Minyakita sudah lama kosong, jadi kami jual merek lain. Minyak goreng kemasan Rp 19.000, sedangkan minyak curah Rp 20.000 per kilogram,” tutur Ningsih, pedagang sembako.

Lonjakan harga ini membuat masyarakat berharap adanya langkah pengendalian harga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau selama Ramadan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon