Banjir Belum Surut 3 Bulan, Pemkab Lamongan Siapkan 2 Pompa Besar
Jumat, 20 Februari 2026 | 17:27 WIB
Lamongan, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan untuk mempercepat penanganan banjir yang telah merendam sejumlah wilayah selama hampir tiga bulan. Sebagai langkah konkret, BNPB menambah unit pompa air berkapasitas besar di titik-titik krusial.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Jumat (20/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, dirinya menegaskan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah saat ini difokuskan pada langkah-langkah kedaruratan.
“Yang jelas, kita belum bisa melaksanakan langkah-langkah permanen untuk menyelesaikan banjir ini karena ini merupakan banjir tahunan. Kurang lebih sudah tiga bulan, sejak November, kita melakukan langkah-langkah kedaruratan sesuai tugas dan tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Budi Irawan kepada wartawan.
Selain memastikan kebutuhan logistik dan layanan kesehatan warga terpenuhi, rombongan BNPB bersama Pemkab Lamongan juga meninjau Pintu Air Kuro guna memastikan pengendalian debit air berjalan optimal.
BNPB berkomitmen menambah mobile pump berkapasitas 500 liter per detik untuk memperkuat 16 pompa kecil dan dua unit pompa besar yang saat ini sudah beroperasi.
“Kita akan menambah satu atau dua pompa besar lagi. Pompa besar ini merupakan jenis mobile pump dengan kapasitas 500 liter per detik. Diharapkan penambahan ini dapat mempercepat penurunan genangan banjir di wilayah Lamongan,” jelasnya.
Sejalan dengan upaya BNPB, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menekankan bahwa pompanisasi menjadi solusi paling realistis dalam kondisi saat ini.
Yuhronur Efendi menjelaskan, adanya selisih ketinggian air sekitar 66 sentimeter yang menghambat aliran air keluar secara alami.
“Langkah yang bisa kita lakukan sekarang adalah dengan pompa. Jika menggunakan cara lain, dampaknya terhadap penurunan ketinggian air hanya sedikit. Karena itu, kita optimalkan pompanisasi,” katanya.
Bupati Lamongan menyambut baik kolaborasi dan bantuan peralatan dari BNPB untuk membantu warga yang telah terdampak banjir dalam waktu cukup lama.
“Mudah-mudahan dengan tambahan satu atau dua pompa ini bisa membantu mempercepat penurunan air. Kita juga berharap dalam beberapa hari ke depan hujan tidak terlalu lebat, sehingga debit air yang masuk bisa kita kendalikan dengan baik,” tambahnya.
Hingga saat ini, BNPB dan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan cuaca serta menyiapkan langkah antisipasi apabila curah hujan kembali meningkat dalam beberapa pekan mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




