ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pantura Probolinggo Banjir, Jalur Surabaya-Banyuwangi Nyaris Lumpuh

Minggu, 22 Februari 2026 | 05:30 WIB
Z
HH
Penulis: Zulkiflie | Editor: HP
Banjir besar merendam jalur Pantura Probolinggo, arus Surabaya-Banyuwangi nyaris lumpuh pada Minggu, 22 Februari 2026 dini hari.
Banjir besar merendam jalur Pantura Probolinggo, arus Surabaya-Banyuwangi nyaris lumpuh pada Minggu, 22 Februari 2026 dini hari. (Beritasatu.com/Zulkiflie)

Kraksaan, Beritasatu.com - Banjir besar merendam jalur Pantura di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak Sabtu (21/2/2026) malam hingga Minggu (22/2/2026) dini hari. Akibatnya, arus lalu lintas Surabaya-Banyuwangi maupun sebaliknya nyaris lumpuh.

Genangan air yang cukup tinggi membuat jalur Pantai Utara (Pantura) Kraksaan yang menjadi penghubung utama Surabaya-Banyuwangi terganggu. Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo terpaksa memberlakukan sistem satu jalur karena sisi selatan atau arah Banyuwangi–Surabaya terendam banjir.

Kendaraan roda empat, seperti mobil pribadi, truk, dan bus harus melintas secara bergantian. Sementara itu, kendaraan roda dua terpaksa berhenti sementara karena tingginya genangan air yang merendam badan jalan.

ADVERTISEMENT

Selain merendam jalan nasional Pantura, banjir juga menggenangi pertokoan di sepanjang tepian jalan. Sejumlah pemilik toko terlihat berupaya mengamankan barang dagangan dan harta benda karena air masuk hingga ke dalam bangunan.

Salah seorang warga, Sumiati mengungkapkan, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari 5 jam, sejak pukul 15.00 WIB.

"Awalnya hujan deras, sudah lama tidak banjir seperti ini. Banjir kali ini yang terbesar," ujarnya.

Menurut Sumiati, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam 25 tahun terakhir. Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan, khususnya kebutuhan makanan untuk sahur, mengingat warga sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif menyebutkan sedikitnya lima kecamatan terdampak banjir. Kelima kecamatan tersebut meliputi Kraksaan, Krejengan, Besuk, Paiton, dan Gading.

Oemar menjelaskan, banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan tidak mampu menampung debit air.

"Sampai sekarang kami masih melakukan pendataan untuk lokasi terdampak. Dari jalan raya, perkampungan warga, dan fasilitas umum lainnya," terang Oemar.

BPBD Kabupaten Probolinggo hingga kini masih fokus melakukan evakuasi warga terdampak, terutama kelompok rentan, seperti lansia, perempuan hamil, perempuan, dan balita. Petugas juga terus memantau perkembangan debit air serta kondisi cuaca guna mengantisipasi banjir susulan.

Banjir di jalur Pantura Probolinggo ini kembali menjadi perhatian karena ruas tersebut merupakan jalur vital distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon