Konflik Timur Tengah, 58.000 WNI yang Umrah Masih di Saudi
Minggu, 1 Maret 2026 | 20:47 WIB
Sidoarjo, Beritasatu.com - Konflik perang di kawasan Timur Tengah berdampak pada perjalanan warga negara Indonesia (WNI) yang umrah. Meski situasi di sejumlah wilayah memanas, penerbangan umrah dari dan menuju Indonesia hingga kini masih dibuka melalui rute langsung (direct) ke Jeddah dan Madinah.
Ketua Umum Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia, Amaludin Wahab, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 58.000 WNI yang umrah masih berada di Arab Saudi. “Sekitar 58.000 WNI yang umrah saat ini masih berada di Saudi. Untuk penerbangan direct masih bisa dilakukan,” ujar Amaludin saat ditemui di Sidoarjo, Minggu (1/3/2026).
Menurut dia, penerbangan langsung umrah saat ini dilayani oleh dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air. Keduanya masih beroperasi melalui jalur udara yang melintasi wilayah Yaman.
Namun, situasi konflik membuat sejumlah biro perjalanan memilih menunda keberangkatan jemaah. Banyak yang memutuskan menunggu hingga kondisi lebih aman sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Penundaan keberangkatan ini memunculkan persoalan baru. Sejumlah tiket penerbangan dan reservasi hotel di Arab Saudi belum dapat dijadwal ulang (reschedule). Biro perjalanan kini terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji Indonesia dan otoritas terkait di Arab Saudi.
Amaludin mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan daring dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk mencari solusi bersama. “Tadi saat saya zoom dengan Kementerian Haji dan Umrah, pihak kementerian akan mengupayakan berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi untuk melobi hotel agar bisa dijadwal ulang,” jelasnya.
Di sisi lain, sejumlah jemaah umrah Indonesia dilaporkan sempat tertahan saat transit di Bandara Internasional Abu Dhabi dan wilayah Qatar akibat situasi darurat perang di kawasan tersebut. Pihak travel bersama pemerintah terus melakukan koordinasi guna memastikan proses kepulangan jemaah dapat berjalan lancar dan aman.
Amaludin mengimbau jemaah Indonesia yang akan umrah untuk bersabar apabila ingin melakukan penjadwalan ulang perjalanan. Ia memastikan asosiasi dan biro perjalanan tengah mengupayakan solusi terbaik bersama pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.
“Kami berharap jemaah tetap tenang dan bersabar. Koordinasi masih terus dilakukan agar perjalanan umrah bisa berjalan aman dan tertib,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




