Terungkap Alasan Menteri PU Emosi Saat Sidak Sekolah Rakyat di Nganjuk
Minggu, 12 April 2026 | 14:00 WIB
Surabaya, Beritasatu.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo angkat bicara terkait aksinya yang marah-marah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek sekolah rakyat di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (12/4/2026).
Aksi tersebut viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan Dody menegur keras pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tersebut. Dalam video itu, Dody terlihat menunjuk dan menyampaikan teguran dengan nada tinggi.
Dody mengaku emosi karena progres pembangunan sekolah rakyat di Nganjuk masih rendah, yakni sekitar 15%. Padahal, proyek tersebut merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 agar bisa digunakan mulai 1 Juli 2026.
Penjelasan itu disampaikan Dody saat meninjau proyek sekolah rakyat di Surabaya, Minggu (12/4/2026).
"Gimana ya saya ngomongnya, proyek (sekolah rakyat) di Nganjuk itu masih 15%. Yang saya tidak suka itu saat saya datang, tim saya malah ngasih alasan kenapa proyeknya masih 15%, bukannya ngasih saran agar ketertinggalan itu bisa dikejar," beber Dody Hanggodo.
Menurut Dody, keterlambatan proyek diduga terjadi karena adanya kendala antara penanggung jawab proyek dengan pihak penyedia jasa konstruksi. Ia juga menyoroti rencana penambahan tenaga kerja yang dinilai tidak memadai.
Saat itu, pihak proyek hanya berencana menambah sekitar 100 pekerja, padahal menurutnya dibutuhkan hingga 600 pekerja agar target penyelesaian bisa tercapai tepat waktu.
Dody menegaskan, proyek sekolah rakyat tidak boleh dianggap remeh oleh jajarannya, karena merupakan program strategis pemerintah untuk mengatasi kemiskinan ekstrem melalui penyediaan pendidikan yang layak.
"Ya mohon maaf, saya harusnya tidak boleh begitu sebagai seorang menteri. Tapi kalau program strategis atasan saya (presiden) terus dibuat mainan, itu saya gimana gitu rasanya," imbuh Dody.
Ia pun meminta seluruh pihak terkait untuk bekerja lebih serius agar proyek dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




