ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BP3MI Riau Tunggu Pemulangan Jenazah Korban Penembakan APMM dari Malaysia

Selasa, 28 Januari 2025 | 11:42 WIB
ER
IC
Penulis: Effendi Rusli | Editor: CAH
Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu
Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu (Beritasatu.com/Effendi Rusli)

Pekanbaru, Beritasatu.com - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau memastikan satu warga negara Indonesia yang tewas ditembak oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) adalah warga Riau. Ada dua warga Riau dari lima orang yang menjadi korban penembakan APMM. 

Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu pemulangan jenazah korban dari Malaysia ke Indonesia. "Jika sudah selesai autopsi jenazah biasanya dua sampai tiga hari proses pemulangan jenazahnya ke Indonesia. Kita masih menunggu info resmi dari KBRI di Malaysia," ungkap Fanny, Selasa (28/1/2025). 

Dia menjelaskan, kelima WNI yang menjadi korban penembakan oleh APMM diduga masuk ke perairan Malaysia secara ilegal. 

ADVERTISEMENT

"Kami mendapat info penembakan WNI yang masuk ke wilayah Malaysia secara ilegal. Korbannya ada lima orang, satu korban dinyatakan meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit di wilayah Malaysia," kata dia. 

Dijelaskan Fanny, korban yang tewas merupakan warga Riau inisial B. Lima PMI yang ditembak oleh APMM dua orang asal Riau, dua dari Aceh dan satu asal Kepulauan Riau (Kepri).

Diketahui, Peristiwa penembakan itu terjadi pada Jumat (24/1/2025), sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat di perairan sekitar Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia. 

Lanjut Fanny, informasi terkait kasus penembakan ini belum datanya belum dirilis secara resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. 

"Ini belum resmi dari KBRI datanya. Baru yang meninggal saja. Yang lain luka tembak dan baru dari Aceh yang bisa konfirmasi, untuk Kepri belum. Sampai saat ini kami belum menerima informasi dari pihak otoritas Malaysia terkait data WNI atau pun update kasus. Kami masih menunggu hal tersebut. Dari KBRI sudah mengirimkan nota diplomatik ke Kemenlu Malaysia terkait kasus penembakan WNI ini," pungkasnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon