ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Waspada! Polusi Udara Ganggu Perkembangan Kognitif Anak

Selasa, 8 Agustus 2023 | 17:47 WIB
CL
FH
Penulis: Cindy Violeta Layan | Editor: FER
Ilustrasi Polusi Udara, Warga menggunakan masker.
Ilustrasi Polusi Udara, Warga menggunakan masker. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Polusi udara di Jakarta dan sejumlah kota besar lain di Indonesia belakangan menjadi perhatian bersama. Masyarakat ramai mengeluhkan masalah polusi udara ini melalui media sosial (medsos).

Ketua Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, Prof Agus Dwi Susanto SpP(K) menyebut selain masalah pernapasan, polusi udara ini juga berdampak pada kesehatan lainnya.

"Berbagai riset menunjukkan peningkatan polutan ini berkaitan dengan tingkat intelegensi dan intelektual yang lebih rendah pada anak-anak usia di bawah 2 tahun," ucap Prof Agus, dalam media briefing PB IDI, di Jakarta, Selasa (8/8/2023).

ADVERTISEMENT

Secara keilmuan, Prof Agus menyebutkan, polusi udara ini masuk melalui jalur olfaktorius atau jalur lainnya yang menembus hingga ke otak. Hal ini menyebabkan peradangan hingga terjadinya kelainan neurologis yang berdampak terhadap pekembangan kognitif anak yang masih dalam proses pertumbuhan.

"Diperkirakan, anak yang terdampak polusi udara berat akan mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan, termasuk gangguan kognitif," katanya.

Polusi udara dapat menyebabkan kematian.
Polusi udara dapat menyebabkan kematian.

Lebih lanjut, Prof Agus mengatakan, paparan polusi udara bahkan sudah berdampak dari awal masa kandungan. Perkembangan fungsi anak ini juga berpengaruh pada proses persepsi dan sensori informasi yang lebih lambat.

"Selain itu, polusi udara juga berdampak pada fungsi memori, atensi dan koordinasi motorik yang lebih rendah. Hal ini juga menyebabkan regulasi diri dan emosi menjadi lebih rendah dan meningkatkan kemungkinan diagnosis kondisi psikiatri seperti ADHD dan lainnya lebih tinggi pada anak," tegasnya.

Adapun secara umum, Prof Agus menyebutkan, berdasarkan data dari IHME, Global Burden of Djsease tahun 2019, polusi udara menduduki peringkat kelima penyebab kematian di Indonesia.

"Kita bisa lihat bahwa faktor risiko kematian di Indonesia nomor satu itu tekanan darah tinggi. Kedua, gula darah tinggi. Nomor tiga itu merokok. Keempat, obesitas dan yang menarik nomor lima polusi udara. Ini bukan satu hal yang bisa kita remehkan seharusnya dan hampir semua kota-kota besar Indonesia terjadi polusi udara masuk kategori tidak sehat," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

NUSANTARA
Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

NASIONAL
BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

NASIONAL
Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

LIFESTYLE
Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

LIFESTYLE
Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon