ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Review Film Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem, Lebih Familier bagi Gen Z

Rabu, 9 Agustus 2023 | 09:30 WIB
TN
R
Penulis: Trista Nagel | Editor: RZL
Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem (2023).
Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem (2023). (Paramount Pictures)

Splinter digambarkan sebagai sosok ayah yang memberikan restriksi yang tidak menyenangkan, demi kebaikan kura-kuranya. Salah satunya adalah ketika Splinter melarang mereka untuk terlihat oleh manusia karena pengalaman buruknya dahulu.

Splinter juga menilai semua manusia itu jahat. Anggapan ini berubah ketika para kura-kura bertemu dengan April O’Neil, manusia yang nampaknya tidak takut kepada para mutan.

Superfly sebagai antagonis film menginginkan kehancuran manusia agar para mutan dapat berbahagia dan aman. Dilihat dari niat dasarnya, sebetulnya bahkan Splinter menginginkan hal yang sama, yaitu agar para kura-kura bisa berbahagia dan selalu aman. Hanya saja Splinter dan Superfly memilih jalan yang berbeda.

ADVERTISEMENT

Hal ini membuat kita berpikir lebih jauh mengenai adanya kemungkinan disonansi niatan baik, tindakan atau metode yang digunakan, dan hasil akhir yang tidak selalu baik, sekalipun diawali niat yang baik.

<em>Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem</em> (2023).
Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem (2023).

Meskipun film animasi berdurasi 100 menit ini adalah film aksi, Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem kaya dengan adegan-adegan yang mengharukan. Ditambah komedi-komedi ala sang penulis skenario sekaligus produser, Seth Rogen yang membuat film ini tidak membosankan.

Beberapa nama beken masuk dalam daftar pengisi suara. Diantaranya ialah Jackie Chan yang mengisi suara Splinter, John Cena sebagai Rocksteady, Paul Rudd sebagai Mondo Gecko, Rose Byrne sebagai Leatherhead, hingga Ice Cube yang mengisi suara antagonis utama Superfly. Seth Rogen sendiri juga mengisi suara Bebop, salah satu karakter mutan ikonik dalam franchise TMNT.

TMNT Mutant Mayhem juga kaya secara visual, meski dari gaya penggambaran animasi sedikit berantakan untuk merepresentasikan jiwa pemberontak dari para kura-kura ninja.

Film ini juga dipenuhi dengan referensi yang lebih familier bagi gen Z. Begitu pula penggambaran karakter kura-kura ninja yang disesuaikan dengan remaja masa kini, membuat Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem lebih erat kepada anak muda ketimbang generasi-generasi sebelumnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon