DBD Renggut Nyawa Putrinya, Tika Bisono Gencar Sosialisasikan Pencegahan
Kamis, 28 September 2023 | 09:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Psikolog Tika Bisono masih ingat betul bagaimana Demam Berdarah Dengue (DBD) merenggut nyawa putri keduanya, Janika Ramadhani Putri pada tahun 2007. Kematian putrinya yang saat cepat membuat Tika seakan kecolongan.
"Dia kena cuma dalam waktu tiga jam, dari infus kemudian dia hilang kaya kecolongan, ‘Hah anak gue mati?’ Tiga jam doang," ucap Tika saat ditemui di Hotel Rafflesia, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/9/2023).
Menurut Tika, kematian putrinya terjadi begitu cepat. Padahal, Janika sempat meminum obat selama tiga hari berturut-turut. Bahkan, Tika memaksa putrinya segera dites untuk mengetahui apa penyakit sesungguhnya.
"Itu tiga hari minum obat dan terdeteksi DBD juga hari ketiga. Cuma masalahnya ketika itu saya selalu ngecek. Terserah dokter bilang ‘Baru hari ketiga dicek’. Saya mau hari pertama dites, hari kedua dites," katanya.
"Karena (muncul) bintik itu juga di hari ketiga. Jadi, dari awal belum ketemu. Tapi karena saya parno cek. Memang enggak ada, hari kedua cek lagi, sampai hari ketiga ternyata ada," tambah Tika.
Setelah mengetahui putrinya mengidap DBD, Tika merasa tidak siap mendengar kabar tersebut. Janika kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat.
"Jadi dibawa darurat, infusnya bukan cuma satu tangan, tetapi dua tangan. Kaki, infus semua terus lampu-lampu gede untuk memanaskan itu terjadi di rumah sakit jaman itu," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




