The Three Musketeers: D'Artagnan, Ambisi Seorang Pemuda Paris Untuk Jadi Tentara Moderen Kerajaan
Rabu, 29 November 2023 | 09:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Film Prancis The Three Musketeers: D'Artagnan adalah film action dan petualangan. Penonton akan dibawa dengan alur cerita yang campur aduk, mulai dari pertarungan, percintaan hingga gombalan-gombalan yang kerap dilontarkan oleh pasangan di dalam film ini.
Film yang disutradarai oleh Martin Bourboulon ini diangkat dari novel masterpiece tahun 1844 karya Alexandre Dumas, The Three Musketeers (Les Trois Mousquetaires).
Para pemain film tersebut akan membuat penonton merasa takjub, karena masing-masing karakter yang dibawa membuat alur ceritanya semakin bewarna. Lantas bagaimana kisahnya? Berikut ini ulasannya.
Diadaptasi dari Novel
Film yang diadaptasi dari novel tersebut, berlatar kekuasaan Raja Louis XIII, tepatnya pada 1627 silam dan dibuat cukup epik. The Three Musketeers kali ini disajikan dalam saga dua bagian, yakni D'Artagnan menjadi peran utamanya.
D'Artagnan adalah pemuda yang berasal dari daerah Gascony, tepatnya di barat daya Prancis. Ia sangat berambisi, bahkan sampai rela mengorbankan dirinya hanya untuk mencapai tujuannya tersebut.
D'Artagnan Bermimpi Menjadi Musketeers
Dalam ceritanya, Charles D'Artagnan selalu bermimpi ingin menjadi musketeers, yakni tentara moderen yang dilengkapi dengan senapan musket bertugas di Kerajaan Prancis, dikhususkan untuk melindungi sang raja dari para musuh.
Ketika sedang mengincar posisi menjadi musketeers, D'Artagnan bertemu dengan tiga prajurit Three Musketeers, yaitu Athos, Aramis, dan Porthos. Mulanya mereka dipertemukan untuk berduel demi memperlihatkan kekuatannya masing-masing.
Namun ternyata, duel yang semula direncanakan harus batal, lantaran mereka diserang oleh sejumlah orang. Akhirnya D'Artagnan, Athos, Aramis, dan Porthos bersatu untuk melawan penyerangan tersebut. Sampai akhirnya, mereka memenangi pertarungan dan menjadi kawan.
Jalan Cerita The Three Musketeers: D'Artagnan
Setelah bertahun-tahun berdamai dan hidup tenteram, ternyata Kerajaan Prancis berada di ambang peperangan karena faktor agama baru.
Kala itu Raja Louis XIII masih berkuasa, tetapi sayangnya ia tidak memiliki ahli waris untuk mewarisi semua takhta dan kekayaannya. Sementara, negerinya tengah terpecah belah akibat adanya agama baru mengintai wilayah kekuasaannya.
Untuk mempertahankan kerajaannya, sang raja hanya bisa bergantung pada menteri terkuatnya, kardinal de Richeliu. Namun di balik itu semua, banyak pihak yang berbisik agar mewaspadai ambisi Kardinal karena dia diduga haus akan kekuasaan.
Dalam narasi awal, ketegangan semakin terasa, ketika revolusi dan konflik saat D'Artagnan memutuskan pergi ke Paris. Dari sinilah petualangan dimulai, disambung dengan alur cerita yang mengisahkan tentang kerajaan di Eropa dan perseteruan karena kemunculan agama baru.
Gabungan Tiga Bahasa dan Suasana Kerajaan yang Kuat
Gabungan tiga bahasa, yaitu Inggris, Latin dan Prancis menjadi daya tarik untuk film ini. Penonton akan diajak untuk mendengarkan aksen berbeda-beda yang diucapkan secara fasih, sehingga menjadikan film ini terasa nyata.
Selain itu, suasana kerajaan Prancis yang cukup kuat. Penonton juga akan diajak menjelajahi bangunan-bangunan bersejarah yang sampai saat ini masih berdiri kokoh. Salah satunya adalah Istana Louvre menjadi salah satu lokasi syuting paling banyak disorot.
The Three Musketeers: D'Artagnan akan tayang perdana di bioskop pada (29/11/2023). Film ini bisa menjadi salah satu rekomendasi tontonan di akhir pekan, khususnya bagi Anda pencinta sejarah, romansa, dan petualangan.
Meksi demikian, film ini tidak direkomendasikan ditonton oleh anak-anak. Di dalamnya cukup banyak scene kekerasan, kata-kata kotor, sampai adegan dewasa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




