ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus DBD Meningkat di Indonesia, Ini Penyebab dan Gejalanya

Rabu, 27 Maret 2024 | 19:09 WIB
A
TE
Penulis: Asnaura | Editor: TCE
Ilustrasi nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).
Ilustrasi nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD). (AFP/Luis Robayo)

Jakarta, Beritasatu.com - Cuaca yang sedang ekstrem ini menyebabkan kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), per 1 Maret 2023, kasus DBD telah mencapai 16.000 di 213 kabupaten atau kota dengan 124 kematian.

Salah satu penyebab dari naiknya kasus demam berdarah, yaitu kondisi iklim yang mana curah hujan di Indonesia sedang naik. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegepty ini kembali merebak di masyarakat.

Dilansir dari laman World Health Organization (WHO), Demam berdarah merupakan infeksi virus yang menyebar dari nyamuk ke manusia. Demam berdarah sering terjadi di daerah beriklim tropis dan subtropis.

ADVERTISEMENT

Bagi seseorang yang terkena demam berdarah pada umumnya tidak merasakan tanda atau gejala infeksi demam berdarah. Gejala yang paling sering muncul berawal dari flu yang biasanya dimulai empat hingga 10 hari setelah Anda digigit oleh nyamuk yang terinfeksi.

Kemudian, tubuh akan merasa lemas dan merasakan demam yang cukup tinggi. Gejala lainnya juga dapat ditimbulkan seperti:

- Sakit kepala.
- Nyeri otot, tulang atau sendi.
- Mual.
- Muntah.
- Ruam.

Biasanya seseorang yang terkena penyakit demam berdarah akan pulih dalam waktu sekitar satu minggu. Namun dalam beberapa kasus, harus di waspadai kemungkinan komplikasi atau gejalanya memburuk dan bisa mengancam jiwa. Hal ini disebut demam berdarah berat atau dengue shock syndrome (DSS) yang dapat berujung kematian.

Berikut adalah tanda-tanda seseorang mengalami DSS, biasanya dimulai pada hari pertama atau kedua setelah demam hilang, lalu muncul.

- Nyeri pada perut yang parah.
- Muntah secara terus-menerus.
- Pendarahan dari gusi atau hidung.
- Pendarahan dari urine, tinja, atau muntahan.
- Pendarahan di bawah kulit, yang mungkin terlihat seperti memar.
- Nadi melemah.
- Sesak nafas.
- Kelelahan.
- Gelisah.

Jika telah mengalami demam berdarah maka segera ke dokter untuk mendapatkan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Apabila dalam kasus yang parah, maka memerlukan perawatan medis yang lebih intensif di rumah sakit.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kasus DBD Naik Tajam di Jakbar, Cengkareng Paling Parah

Kasus DBD Naik Tajam di Jakbar, Cengkareng Paling Parah

JAKARTA
Kasus DBD di Jaksel Menurun Sepanjang 2025

Kasus DBD di Jaksel Menurun Sepanjang 2025

JAKARTA
10.000 Murid SD di Jaksel Bakal Disuntik Vaksin DBD

10.000 Murid SD di Jaksel Bakal Disuntik Vaksin DBD

JAKARTA
Tekan DBD, 60 Persen Nyamuk di Srengseng Jakbar Mengandung Wolbachia

Tekan DBD, 60 Persen Nyamuk di Srengseng Jakbar Mengandung Wolbachia

JAKARTA
Kasus DBD Tembus 56.000, Anak-anak Paling Rentan Terinfeksi

Kasus DBD Tembus 56.000, Anak-anak Paling Rentan Terinfeksi

NASIONAL
DBD di Pandeglang Capai 192 Kasus, Dinkes Imbau Warga Waspada Hujan

DBD di Pandeglang Capai 192 Kasus, Dinkes Imbau Warga Waspada Hujan

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon