Sandiaga Uno Puji Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa yang Berani Angkat Isu Kekerasan Perempuan
Selasa, 28 Mei 2024 | 17:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memuji film karya rumah produksi Multivision Plus (MVP) Pictures, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2024). Sandiaga menyebut film garapan sutradara Hanung Bramantyo itu sebagai film yang berani.
"Salah satu film Indonesia yang tayang tahun ini dan baru saja tayang, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa. Saya rasa film itu berani, karena mengangkat isu kekerasan perempuan di Indonesia yang selama ini jarang diangkat sebagai film," kata Sandiaga dalam konferensi pers Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2024 di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2024).
Tuhan, Izinkan Aku Berdosa yang dibintangi Aghniny Haque menceritakan tentang seorang wanita Muslim yang mulai mempertanyakan iman dan agamanya, setelah berkali-kali dikecewakan orang-orang yang selama ini dianggap saleh dan beragama. Film ini juga dibintangi aktor kawakan Donny Damara, Djenar Maesa Ayu, hingga Nugie.
Sandiaga menyebut kehadiran film, seperti Tuhan, Izinkan Aku Berdosa menjadi bukti perkembangan industri film Tanah Air. Sebelumnya, film komedi horor Agak Laen juga berhasil menembus 9 juta penonton.
"Tahun ini, belum sampai setengah tahun, sudah ada tujuh film Indonesia yang menembus lebih dari 1 juta penonton. Film-film yang tayang di bioskop Indonesia 70% didominasi film lokal dengan beragam genre. Ini menjadi bukti semakin berkembangnya industri film Tanah Air," kata Sandiaga.
Ia menyebut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) siap mendorong sineas Indonesia untuk menciptakan film yang mampu menembus pasar internasional, misalnya Australia.
"Potensi film indonesia film tayang di pasar luar negeri, seperti Australia sangat besar. Ke depan semakin banyak film-film Indonesia yang memiliki daya tarik sendiri di pasar internasional. Kita tinggal mendorong inisiatif-inisiatif, seperti aktivasi agar lebih banyak film Indonesia di Australia. Apa lagi sekarang ada platform streaming, semakin memudahkan penayangan film Indonesia di luar negeri," ungkapnya.
Sandiaga juga mendorong sineas Australia untuk melakukan proses produksi di Indonesia. Kemenparekraf siap memberikan insentif, seperti kemudahan proses perizinan dan lisensi.
"Tentunya akan ada kebijakan yang akan dikeluarkan, saya usahakan bisa selesai sebelum Oktober, sebelum saya selesai masa jabatan. Saya juga berharap menteri (menparekraf) setelah saya bisa meningkatkan lebih dekat hubungan dengan Australia, khususnya dalam kerja sama di bidang ekonomi kreatif, sepertif film," kata Sandiaga.
Sekadar informasi, FSAI 2024 menjadi edisi kesembilan FSAI berlangsung. FSAI 2024 juga menandai 75 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Australia
Tahun ini, FSAI akan digelar di 10 kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Padang, Surabaya, Mataram, Makassar, Manado, Samarinda, dan Balikpapan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




