Kekhawatiran Industri Farmasi: Harga Obat JKN Terlalu Rendah, Minta Penyesuaian kepada Pemerintah
Kamis, 8 Agustus 2024 | 05:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) apt Noffendri Roestam mengungkapkan kekhawatirannya di industri farmasi mengenai harga obat yang disediakan dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Ia menilai harga obat yang ditetapkan oleh pemerintah terlalu rendah, sehingga industri farmasi kesulitan mengalokasikan dana untuk penelitian dan pengembangan (R&D).
“Iya itu makanya kami tadi sampaikan untuk harga obat JKN yang bagi kami sudah sangat mudah itu menyebabkan susahnya industri untuk menyediakan dana untuk RND,” ujar Noffendri, seusai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama penyediaan farmasi di Indonesia dan B-Universe, yang diselenggarakan di HQ B-Universe, Tangerang, Banten, Rabu (7/8/2024).
Noffendri berharap agar pemerintah meninjau kembali dan menyesuaikan harga obat dalam program JKN. Hal tersebut dimaksudkan agar industri farmasi memiliki kelonggaran dana yang cukup untuk melakukan penelitian dan pengembangannya.
“Jadi sebenernya kami berharap kepada pemerintah supaya harga obat terutama untuk JKN ditata ulang lagi, supaya industri juga punya kelonggaran dana untuk R&D sehingga mereka bisa melakukan research development terutama sekali untuk kebutuhan bahan baku,” imbuhnya.
Dukungan dari segi R&D yang kuat memungkinkan pengembangan teknologi dan metode produksi yang efisien, yang mendukung kemandirian produksi. Dengan demikian dari kemandirian produksi, pada gilirannya memungkinkan pengurangan biaya dan risiko pasokan, sehingga industri farmasi dapat menghasilkan obat-obatan berkualitas tinggi dengan harga yang lebih murah.
Meski begitu, dirinya sepakat dengan Bussines Development and Scienctific Affairs Director Dexa Group Prof Raymond R Tjandrawinata, yang menyatakan peningkatan angka harapan hidup di Indonesia salah satunya turut dipengaruhi kesehatan masyarakatnya, di antaranya penyembuhan menggunakan obat berkualitas.
“Gini artinya (hubungan JKN dengan harapan hidup) salah satu yang menyebabkan harapan hidup usia harapan hidup Indonesia akan meningkatkan, karena kesehatan, berartikan dipengaruhi salah satunya oleh penggunaan obat, salah satunya ya, jadi tadi juga prof Raymond juga menyampaikan ini berarti obat obat yang disediakan di Indonesia bermutu, sehingga bisa menjaga kesehatan orang Indonesia sehingga usia harapan hidupnya menjadi lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya seperti itu,“ pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




