ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Orang Tua Perlu Waspadai Gangguan Penglihatan Anak yang Bisa Picu Kebutaan

Selasa, 8 Oktober 2024 | 07:11 WIB
HS
SL
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: LES
Ilustrasi sakit mata.
Ilustrasi sakit mata. (freepik.com)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat khususnya orang tua untuk mewaspadai gangguan penglihatan yang menyebabkan kebutaan pada anak. 

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Yudi Pramono mengatakan penyebab kebutaan pada anak cukup bervariasi. Contohnya adalah gangguan refraksi, katarak, dan glukoma. 

"Untuk gangguan refraksi jika tidak ditangani, maka kondisinya dapat memburuk bahkan menyebabkan kebutaan," katanya saat konferensi pers daring pada Senin (7/10/2024).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, apabila tidak dilakukan pencegahan dan pengendalian secara serius dan intensif, maka dampak dan gangguan penglihatan berpengaruh terhadap kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, serta menjadi beban ekonomi dan kerugian negara.

Ia menjelaskan mata yang sehat pada anak-anak berperan penting dalam pencapaian prestasi belajar. Sementara pemberian kacamata pada anak yang membutuhkan, dapat mengurangi kegagalan belajar hingga 44 persen.

"Lalu sekitar 5-20 persen kebutaan pada anak disebabkan oleh katarak dan sekitar 20.000-40.000 anak lahir dengan katarak kongenital," papar dia. 

Gangguan penglihatan menjadi masalah di tingkat nasional maupun global dan di Indonesia prevalensi gangguan penglihatan pada anak usia sekolah adalah usia 5 hingga 19 tahun yang diperkirakan mencapai 10 persen.

"Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi disabilitas penglihatan pada penduduk umur di atas 1 tahun sebesar 0,4 persen dan proporsi penggunaan alat bantu lihat pada penduduk umur di atas 1 tahun di Indonesia sebesar 11,9 persen," urai Yudi Pramono.

Menurutnya, penanggulangan gangguan penglihatan mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui pengendalian faktor risiko, skrining atau deteksi gini gangguan penglihatan pada kelompok risiko, serta penguatan akses masyarakat pada layanan kesehatan yang komprehensif.

"Hal ini juga tidak lepas dari upaya kuratif rehabilitatif yang menunjang keberhasilan program," ucapnya.

Dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 2024, Kemenkes mengajak masyarakat luas untuk memprioritaskan isu-isu kesehatan mata. Selain itu pihaknya juga turut mengingatkan masyarakat lebih meningkatkan kesadaran dan peduli terhadap kesehatan mata.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon