ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sebut Produksi Susu pada Program Makan Gratis Tak Mencukupi, Wakil Mentan: Ayam dan Telur Bisa Jadi Pengganti

Selasa, 29 Oktober 2024 | 22:40 WIB
AF
JS
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: JJS
Program makan gratis untuk anak sekolah di era Prabowo dan Gibran
Program makan gratis untuk anak sekolah di era Prabowo dan Gibran (Antara Foto/Makna Zaezar)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan, produksi susu dalam negeri belum mencukupi kebutuhan program makan bergizi gratis. Kementerian Pertanian merekomendasikan untuk mensubstitusi kebutuhan susu ke sumber protein lainnya.

"Terkait makan bergizi gratis segera dimulai, ya. Tentu saja, apabila susu memang masih impor, maksudnya susu itu produknya belum cukup. Kita menyarankan dan kita minta ke Badan Gizi Nasional untuk tidak terlalu memaksa harus beli susu," kata Sudaryono di Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Sudaryono menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto memberi arahan agar implementasi makan bergizi gratis harus sering dengan ketahanan produksi pangan di Tanah Air. Dia berujar, Indonesia harus menekan impor.

ADVERTISEMENT

"Jadi bisa susunya disubstitusi ke dalam sumber-sumber protein yang lain, seperti ayam atau telur. Karena kan ayam dan telur itu sudah cukup atau mungkin bisa protein nabati dan seterusnya. Jadi,  kita tidak ingin memaksakan harus susu. Karena kan begini, makan bergizi itu bukan berarti minum susu," paparnya.

Menurut Sudaryono, poin penting dari program makan bergizi gratis adalah membagikan asupan protein yang cukup untuk ibu hamil dan anak-anak sekolah.

Meski demikian, pemerintah akan tetap mengupayakan jumlah sapi perah penghasil susu dan produktivitas susu sapi di tanah air dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri.

"Nanti pelan-pelan seiring dengan produktivitas susu kita, kita akan tingkatkan. Tentu saja kita ingin ngasih susu. Di beberapa daerah sentra susu, seperti di Banyumas dan Boyolali, ada beberapa sekolah yang makan bergizinya nanti ada susunya. Susunya diambil dari peternak yang memang ada di sekitar sekolah itu," ujarnya.

Sementara itu, Sudaryono menambahkan, terkait rencana impor sapi perah, pemerintah menyebut enggan menambah beban negara.

"Kita ingin betul-betul makan bergizi gratis ini secara ekonomi bermanfaat juga bagi rakyat kita, petani kita, peternak kita. Baik petani padi, sayur, hortikultura, buah, termasuk juga peternak daging, telur, susu, ayam, dan sebagainya," ucapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

YouTuber Mass Arkan Sediakan Makan Gratis untuk Mahasiswa Sumatera

YouTuber Mass Arkan Sediakan Makan Gratis untuk Mahasiswa Sumatera

BANTEN
Guru Besar UGM: Kantin Sekolah Bisa Jadi Alternatif Mekanisme MBG

Guru Besar UGM: Kantin Sekolah Bisa Jadi Alternatif Mekanisme MBG

NASIONAL
Dugaan Larva Lalat pada MBG, SMPN 1 Cileungsi: Tak Ada Siswa Keracunan

Dugaan Larva Lalat pada MBG, SMPN 1 Cileungsi: Tak Ada Siswa Keracunan

JAWA BARAT
Tak Bergantung Asing, RI Siapkan Rp 171 T untuk Makan Bergizi Gratis

Tak Bergantung Asing, RI Siapkan Rp 171 T untuk Makan Bergizi Gratis

NASIONAL
Satgas Makan Bergizi Gratis Dibentuk dan Siap Layani 82,9 Juta Warga

Satgas Makan Bergizi Gratis Dibentuk dan Siap Layani 82,9 Juta Warga

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon