ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Turis Malaysia Diperas Oknum Polisi di DWP 2024, Hinca Pandjaitan: Bikin Malu Indonesia

Kamis, 19 Desember 2024 | 23:04 WIB
JS
JS
Penulis: Johnny Johan Sompotan | Editor: JJS
Turis Malaysia mengaku mendapat pemerasan dari oknum kepolisian saat menikmati musik DWP 2024 di Jakarta
Turis Malaysia mengaku mendapat pemerasan dari oknum kepolisian saat menikmati musik DWP 2024 di Jakarta (Beritasatu/dok. Djakarta Warehouse Project)

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi Hinca Panjaitan mengencam keras atas tindakan oknum kepolisian yang melakukan aksi pemerasan terhadap sejumlah turis Malaysia yang menikmati Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kami malu karena tidak hanya Anda (turis Malaysia) kehilangan uang, tetapi kehilangan rasa hormat terhadap negara Indonesia," jelas politisi Hinca Pandjaitan dalam keterangan resminya, Kamis (19/12/2024).

Hinca Pandjaitan menyebut, kejadian yang diduga dilakukan oknum kepolisian di DWP 2024 membuat nama Indonesia tercoreng.

"Kita ini tuan rumah, tapi malah menjadikan tamu sebagai objek pemalakan. Apa yang terjadi? Apakah menjadi aparat kini berarti lisensi untuk bertindak seenaknya? Seakan-akan, hukum itu ada di kantong mereka, dan urusan selesai hanya dengan suap," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Hinca Pandjaitan berpendapat, tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh oknum polisi terhadap turis Malaysia membuat kepercayaan luar negeri untuk hadir di event berskala internasional di Indonesia semakin berkurang.

"Saya ingin mengingatkan, ini bukan soal malu semata. Ini soal kehilangan kepercayaan internasional. Jika kasus ini tidak dituntaskan, jangan heran kalau tahun depan DWP akan sepi. Bahkan event internasional apapun kelak akan terkena dampak," tuturnya.

Politisi Partai Demokrat itu meminta agar, kepolisian di Indonesia dengan cepat mengusut tuntas oknum polisi yang diduga melakukan pemerasan terhadap turis Malaysia.

"Saya mendesak kepada Kapolda, bahkan Kapolri, untuk mengambil langkah nyata. Ini bukan sekadar isu internal, ini skandal moral. Jangan biarkan oknum-oknum seperti ini merusak institusi dan mencoreng negara," ungkapnya.

"Jangan biarkan Indonesia dikenal sebagai negara yang aparatnya lebih suka mengintai dompet daripada menjaga ketertiban," ujar Hinca Pandjaitan yang menyesalkan perbuatan oknum kepolisian Indonesia yang memeras turis Malaysia pada DWP 2024.

Sebelumnya, sejumlah turis Malaysia mengaku, menjadi korban pemerasan saat menikmati DWP 2024 di Jakarta. Turis Malaysia itu menyebut, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum kepolisian. Pasalnya, mereka dimintai uang senilai RM 9 juta atau setara dengan Rp 32 miliar. Kejadian yang tidak menyenangkan menjadi viral di media sosial X @senjatanuklir.

"Benar-benar pengalaman yang sangat buruk, saat saya sedang menikmati acara. Kemudian, polisi tiba-tiba datang dan mulai menangkap orang-orang di sekitar saya," tulisnya.

"Bagaimana mungkin, polisi menangkap dan membawa satu per satu tanpa kami diberikan alasan yang jelas? Yang kami ketahui, bahwa kawasan tempat dilakukan di DWP 2024 berada di wilayah hukum Polres Jakarta Pusat," jelasnya sambil menyertakan tagar #BoikotDjakartaWarehouseProject.

Sementara itu, pada akun X lainnya, turis Malaysia menyebut, oknum kepolisian yang melakukan pemerasan dalam kondisi melakukan penyamaran.

"Dua polisi menyamar, kemudian menatap wajah temanku dan saya selama 15 menit. Kami melihat mereka lagi dan setelah disadari mereka sedang menyamar," tulisnya.

Tak itu saja, sejumlah turis Malaysia mengatakan, meski hasil tes urin negatif. Namun, mereka tetap dimintai uang yang mencapai miliaran rupiah.

"Mereka minta suap sangat tinggi, mulai dari RM 90.000 atau setara Rp 315 juta sampai RM 200.000 atau setara dengan Rp 700 juta," tulisnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon