Mengenal Vasektomi, Syarat Penerima Bantuan Sosial Dedi Mulyadi
Rabu, 30 April 2025 | 14:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan rencana kebijakannya berupa vasektomi sebagai syarat menjadi penerima bantuan sosial masyarakat presejahtera di wilayahnya.
Hal ini ditujukan agar kelahirannya dapat diatur dan mengurangi angka kemiskinan. Dalam rencananya, bagi warga yang divasektomi akan mendapatkan insentif sebesar Rp 500.000. Namun, apa itu vasektomi? Berikut ini penjelasannya yang dikutip dari Hopkins Medicine, Rabu (30/4/2025).
Apa Itu Vasektomi?
Vasektomi adalah metode kontrasepsi permanen bagi pria yang termasuk dalam program Keluarga Berencana (KB). Prosedur ini bertujuan untuk mencegah kehamilan dengan cara memotong dan mengikat saluran sperma (vas deferens). Vasektomi tidak memengaruhi produksi hormon testosteron, libido, atau kemampuan ereksi.
Setelah menjalani vasektomi, pria masih bisa mengalami ejakulasi, namun sperma tidak lagi ikut keluar bersama air mani karena salurannya telah diputus. Sperma yang tetap diproduksi akan mati dan diserap kembali oleh tubuh.
Jenis-jenis Vasektomi
- Vasektomi konvensional
Dilakukan dengan membuat sayatan kecil di setiap sisi skrotum untuk mencapai dan memotong vas deferens.
- Vasektomi tanpa pisau bedah (nonscalpel)
Prosedur ini dilakukan melalui satu atau dua lubang kecil di kulit menggunakan alat khusus untuk menjangkau vas deferens. Penyembuhan lebih cepat dan biasanya tidak meninggalkan bekas luka.
Cara Kerja Vasektomi
Selama prosedur, vas deferens akan dipotong dan ditutup. Vas deferens adalah saluran yang mengangkut sperma dari testis ke uretra (saluran dalam penis). Setelah saluran ini diputus, sperma tidak bisa lagi bercampur dengan air mani, sehingga kehamilan dapat dicegah.
Risiko Vasektomi
Meskipun umumnya aman, vasektomi tetap memiliki beberapa risiko, antara lain:
- Granuloma sperma: Peradangan akibat sperma yang tumpah selama operasi, dapat menyebabkan benjolan dan nyeri di bawah kulit.
- Epididimitis atau orkitis: Peradangan pada epididimis atau testis yang terasa nyeri, bengkak, dan lunak. Biasanya terjadi pada tahun pertama pascaoperasi.
- Infeksi pada area operasi.
- Vas deferens tumbuh kembali, sehingga kehamilan masih mungkin terjadi.
- Nyeri berkepanjangan setelah operasi.
- Pendarahan, pembengkakan, dan memar dalam jangka pendek.
- Risiko lain bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing pria.
- Setelah vasektomi, pria masih bisa berhubungan seksual, tetapi perlu menggunakan kontrasepsi lain sampai dokter memastikan tidak ada sperma tersisa dalam air mani.
Persiapan sebelum Vasektomi
Agar prosedur berjalan lancar, penting untuk melakukan persiapan seperti berikut ini.
- Konsultasi dengan dokter: Diskusikan prosedur, manfaat, risiko, dan efek samping vasektomi.
- Pemeriksaan kesehatan umum: Termasuk riwayat medis pribadi dan keluarga terkait kondisi reproduksi.
- Hentikan konsumsi obat pengencer darah (misalnya aspirin atau warfarin) setidaknya 7 hari sebelum operasi.
- Membersihkan area skrotum: Cukur rambut di sekitar skrotum dan pangkal penis sehari sebelum prosedur. Gunakan sabun antibakteri dan air hangat sebelum dan sesudah vasektomi.
- Hindari makanan berat menjelang prosedur.
Mengetahui prosedur dan persiapan vasektomi sangat penting agar pria bisa menjalani proses ini dengan tenang dan aman. Dengan pemahaman yang tepat, pria dapat mempersiapkan diri secara fisik dan mental tanpa rasa cemas berlebihan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




