ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Uya Kuya Kaget! Pabrik Tahu di Surabaya Pakai Limbah Plastik

Kamis, 15 Mei 2025 | 16:31 WIB
IO
RA
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: RP
Uya Kuya menyoroti masalah pabrik tahu di Surabaya yang memakai limbah plastik sebagai bahan bakar dalam proses produksinya.
Uya Kuya menyoroti masalah pabrik tahu di Surabaya yang memakai limbah plastik sebagai bahan bakar dalam proses produksinya. (Beritasatu.com/Beritasatu.com)

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, Uya Kuya, menyoroti praktik berbahaya di salah satu pabrik tahu di Surabaya yang menggunakan limbah plastik sebagai bahan bakar dalam proses produksinya. Hal ini ia ungkapkan saat menghadiri rapat kerja (raker) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Kamis (15/5/2025).


Uya mengungkap rasa terkejutnya ini ketika menghadiri rapat kerja (raker) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Kamis (15/5/2025).

"Saya dikejutkan dengan video viral sampai internasional, video itu melakukan penelitian ternyata di Jawa Timur di sekitar Surabaya ada pabrik tahu yang proses pembuatannya menggunakan sampah plastik," ujar Uya Kuya.

ADVERTISEMENT

Uya menekankan potensi bahaya dari penggunaan limbah plastik sebagai bahan bakar dalam pembuatan tahu. Ia menyebutkan bahwa bukan hanya pekerja di pabrik tersebut yang terdampak, tetapi juga masyarakat sekitar yang berisiko terpapar polusi dari proses tersebut.

"Dan itu pabrik sentral, yang ribuan orang mungkin membeli (tahu) di situ," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar memastikan bahwa pabrik tahu yang dimaksud telah ditutup sejak 2019. Kasus ini sendiri sudah ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur bersama instansi terkait lainnya.

Meski demikian, Taruna berjanji pihaknya akan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan apakah pabrik tahu tersebut masih beroperasi atau tidak.

“BPOM akan cek ke lapangan untuk memastikan hal itu," kata Taruna terkait masalah pabrik tahu di Surabaya tersebut. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon