ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Superman Melempem di Luar Negeri, Donald Trump Jadi Kambing Hitam?

Sabtu, 26 Juli 2025 | 10:48 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Film Superman mengalami kesulitan untuk diterima dengan baik di pasar global.
Film Superman mengalami kesulitan untuk diterima dengan baik di pasar global. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com - Superman kembali hadir lewat film terbaru garapan James Gunn yang tayang di 2025. Di Amerika Serikat, film ini mencetak sukses besar dengan pendapatan akhir pekan pembukaan mencapai US$ 125 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Namun, performa di pasar internasional justru melempem, hanya menghasilkan US$ 95 juta (Rp 1,5 triliun) , lebih rendah dari ekspektasi yang dipatok antara US$ 100 juta–US% 125 juta (Rp 1,6 triliun-Rp 2 triliun).

Padahal, di media sosial seperti X (sebelumnya Twitter), sudah ada lebih dari 1,5 juta unggahan yang membicarakan film ini. Banyak pengamat dan penggemar menilai bahwa sentimen anti-Amerika serta persaingan ketat di box office menjadi penyebab Superman gagal mengangkasa di luar negeri.

Karakter Superman sejak lama dikenal sebagai simbol Amerika, dengan slogan “kebenaran, keadilan, dan cara hidup ala Amerika.” Namun, pendekatan ini sulit diterima pasar global. Warner Bros sempat mengurangi unsur nasionalis dalam Superman Returns (2006) untuk menjangkau penonton dunia. Hasilnya cukup baik: 49% dari total pendapatan US$ 391,1 juta berasal dari luar negeri.

Kesuksesan internasional berlanjut lewat Man of Steel (2013) dan Batman v Superman (2016), yang masing-masing mencatat porsi pendapatan luar negeri lebih dari 60%.

ADVERTISEMENT
Gambar yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures ini memperlihatkan David Corenswet dalam sebuah adegan dari Superman. - (AP/AP)
Gambar yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures ini memperlihatkan David Corenswet dalam sebuah adegan dari "Superman." - (AP/AP)

James Gunn mencoba meredam kesan patriotisme berlebihan di film versi 2025 dengan mengubah slogan menjadi “the human way”. Tetapi hingga 20 Juli, hanya 42% dari pendapatan global US$ 408 juta yang berasal dari luar Amerika, jauh dari standar era sebelum pandemi yang berkisar 60–70%.

“Situasi geopolitik ikut memperkeruh performa Superman di pasar internasional. Di Tiongkok, yang dulunya menjadi “pasar emas” untuk film blockbuster, film ini hanya meraup US$ 8,5 juta, kalah jauh dari Jurassic World Rebirth yang meraih US$ 72 juta,” tulis Marca, Sabtu (26/7/2025).

Faktor politik juga berperan. Foto Donald Trump yang viral memakai tubuh Superman saat hari perdana penayangan ikut memicu reaksi keras. Sutradara James Gunn mengatakan kepada The Hollywood Reporter, “Sentimen anti-Amerika tidak membantu kami.”

Salah satu komentar warganet di X menyimpulkan situasi ini dengan tajam. “Superman terlalu Amerika untuk penonton global masa kini.”

Meski lesu di luar negeri, Superman sudah mengumpulkan US$ 408 juta secara global, dengan US$ 253,2 juta di antaranya berasal dari AS. Negara penyumbang tertinggi dari luar negeri antara lain Inggris (US$ 22,3 juta), Meksiko (US$ 16,6 juta), dan Australia (US$ 11 juta).

Pihak DC Studios masih berharap efek “word of mouth” bisa meningkatkan angka penjualan tiket di luar negeri. Namun seorang eksekutif studio pesaing menyatakan, “Mereka pasti kecewa.”

Di tengah tren 65% penonton yang kini lebih memilih menonton film secara daring (menurut Statista), Superman masih punya peluang di ranah digital. Tapi akar ceritanya yang terlalu kental dengan identitas Amerika, ditambah dinamika politik global, membuat sang pahlawan berjubah merah ini harus berjuang lebih keras untuk diterima oleh penonton luar negeri, bahkan oleh penggemarnya sendiri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Valerie Perrine, Aktris ‘Superman’ Wafat Seusai Lawan Parkinson

Valerie Perrine, Aktris ‘Superman’ Wafat Seusai Lawan Parkinson

LIFESTYLE
Corenswet Hadir di Lokasi Syuting Peacemaker, Superman Jadi Cameo?

Corenswet Hadir di Lokasi Syuting Peacemaker, Superman Jadi Cameo?

LIFESTYLE
Sutradara Film Superman: Target Rp 11 Triliun Itu Omong Kosong

Sutradara Film Superman: Target Rp 11 Triliun Itu Omong Kosong

LIFESTYLE
Superman Versi Baru Tersandung di China, Pre-Sale Terendah DC

Superman Versi Baru Tersandung di China, Pre-Sale Terendah DC

LIFESTYLE
Superman Versi James Gunn Dikritik karena Sangat Lemah di Trailer Baru

Superman Versi James Gunn Dikritik karena Sangat Lemah di Trailer Baru

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon