Padepopan, Festival Musik Baru Depok yang Rayakan Keberagaman
Sabtu, 13 Desember 2025 | 10:58 WIB
Depok, Beritasatu.com - Depok memiliki festival musik baru bernama Padepopan, sebuah perayaan lintas genre dan komunitas yang digelar pada Minggu (7/12/2025). Festival ini merupakan persembahan Junior Digital Indonesia dan Memorise Fun Club, dua inisiator yang sebelumnya dikenal lewat Pesta Bebas Berselancar (PBB) dan Hadjatan Keliling Kota (Djatlingko).
Mengusung tema “Seragam Beragam”, Padepopan merefleksikan wajah Depok sebagai kota dengan irisan budaya, latar belakang, profesi, hingga sejarah yang beragam. Tema tersebut diterjemahkan bukan hanya lewat musik, tetapi juga pilihan lokasi dan keterlibatan komunitas lokal.
Berbeda dari festival musik pada umumnya, Padepopan mengambil tempat di Jatijajar Transit Hub atau Terminal Jatijajar, Depok, sebuah ruang publik yang masih aktif melayani bus antarkota. Selama acara berlangsung, aktivitas transportasi tetap berjalan normal.
Lebih dari Sekadar Festival Musik
Sesuai namanya yang diambil dari kata padepokan, Padepopan diposisikan sebagai ruang kumpul warga. Festival ini mempertemukan musisi, local heroes, dan komunitas kreatif Depok dengan penonton dari berbagai latar belakang, baik dari dalam maupun luar kota.
Di panggung utama Bricks Stage, Padepopan menghadirkan tujuh penampil dari beragam genre. The Cottons membuka acara dengan nuansa hangat, disusul Banda Neira yang tampil syahdu di tengah hujan deras namun, tak menyurutkan penonton untuk bernyanyi bersama. Olsam, local hero asal Depok, tampil enerjik, sementara Nosstress dari Bali mencatatkan penampilan perdana mereka di Depok dengan interaksi langsung bersama penonton.
Selepas jeda magrib, Hindia dan .Feast menghadirkan aksi panggung penuh energi yang menjadi ruang katarsis bersama, dan White Chorus menutup Bricks Stage dengan lagu “Minggu” yang dinyanyikan dengan meriah.
Panggung Intim dan Aksi Komunitas
Padepopan juga menghadirkan Alter Stage, panggung intim yang dikurasi kolektif lokal Pemuda Dalam Gang. Panggung ini diisi deretan local heroes Depok seperti Corale Riff, Arc Yellow, hingga Jarah yang menghadirkan aksi live mencukur lewat Gerakan Aceh Mencukur. Saling Sapa tampil dalam format talk show bersama Kolase Kultur, sementara Aduy Kicuy dan Benang Kenur menyuntikkan humor segar. Alter Stage ditutup The Gedor (Gerobak Dorong), kelompok dangdut keliling asli Depok, dengan suasana yang cair dan meriah.
Tidak hanya panggung, di Padepopan terdapat zona komunitas yaitu Tengkulak Kalcer oleh Pemuda Dalam Gang yang menjadi ruang temu dan eksplorasi yang melibatkan berbagai aktivitas kreatif, antara lain:
- Gerakan Aceh Mencukur, experience pameran cukur dari Depok ke Sumatera menggunakan sepeda.
- Dalmention, Showcase dan rework memodifikasi pakaian untuk menjadi lebih fresh.
- Gambar Bagus, tempat mengabadikan momen kalian melalui gambar di tempat langsung.
- Dalam Gang Recs dan Kios Warga, tempat kalian bisa menemukan kaset, vinyl dan merch dari local heroes Depok.
- Bee n Beads, workshop gelang, kalung, cincin, dan aksesoris lainnya.
- LCKYDY, workshop merajut dan menyulam dari benang menjadi barang.
- Tangled Stuff, tali temali menjadi silaturahmi.
- Ruang Inklusivitas, UMKM, dan Kolaborasi Bank Sampah Induk
Ruang Inklusif dan Ramah Lingkungan
Padepopan dirancang sebagai festival yang inklusif dengan menyediakan area prioritas bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, dan pengunjung bersama anak. Area khusus merokok juga disiapkan di dua titik. Selain itu, lebih dari 22 tenant UMKM lokal mengisi area kuliner, memberi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif Depok untuk tumbuh bersama ekosistem seni.
Dari sisi keberlanjutan, Padepopan berkolaborasi dengan Bank Sampah Induk Rumah Harum dengan menyediakan drop box pemilahan sampah. Sampah yang terkumpul akan diproses untuk didaur ulang, menjadikan festival ini tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Awal Ruang Kumpul Baru di Depok
Sebagai edisi perdana, Padepopan menghadirkan energi perayaan yang terbuka, kolaboratif, dan berakar kuat pada komunitas. Perpaduan dua panggung, zona kreatif, UMKM, serta kolaborasi lingkungan menunjukkan upaya menghadirkan festival musik yang relevan dengan kebutuhan kota.
Padepopan diharapkan menjadi langkah awal memperkaya ekosistem budaya Depok sekaligus membuka ruang-ruang kreatif baru di masa mendatang sebuah perayaan kebersamaan dalam keberagaman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




