Resmi! Status Mahasiswa YouTuber Resbob Dicabut UWKS
Senin, 15 Desember 2025 | 19:18 WIB
Surabaya, Beritasatu.com – YouTuber Muhammad Adimas Firdaus Putra Nasihan, atau yang lebih dikenal sebagai Resbob, resmi dikeluarkan (Drop Out/DO) dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Sanksi tegas ini dijatuhkan setelah Resbob terbukti melakukan penghinaan terhadap suku Sunda dalam siaran langsung (live streaming) di kanal YouTube pribadinya.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Rektor UWKS, Prof Dr IR Nugrahini Susantinah Wisnujati melalui video resmi yang diunggah akun Instagram @uwksmediacenter, Senin (15/12/2025).
"Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mengecam keras segala bentuk ucapan, tindakan, maupun perilaku yang mengandung unsur diskriminasi, ujaran kebencian, dan pelecehan atas dasar suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA," tegas Rektor UWKS.
Pihak universitas mengambil langkah cepat setelah video Resbob viral dan menuai kecaman publik. Keputusan pemberhentian diambil pada Minggu (14/12/2025) setelah melalui proses pemeriksaan internal yang mengacu pada Peraturan Rektor UWKS No. 170 Tahun 2023 tentang Kode Etik dan Tata Pergaulan Mahasiswa, serta rekomendasi Komisi Pertimbangan Etik Mahasiswa.
"Rapat Rektorat hari ini, Minggu 14 Desember 2025, memutuskan melalui Keputusan Rektor No. 324 Tahun 2025 untuk menjatuhkan sanksi kepada saudara tersebut dengan NPM 24520017 berupa Pencabutan Status Mahasiswa UWKS atau DO," tambah Nugrahini.
Dengan keluarnya keputusan ini, Resbob secara resmi kehilangan seluruh hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa di kampus tersebut. Pihak UWKS menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi nilai Pancasila dan toleransi budaya dalam bingkai kebangsaan.
Kronologi
Kasus ini bermula saat Resbob melakukan live streaming yang dinilai menghina pendukung klub sepak bola Persib Bandung (Viking) dan masyarakat Sunda secara umum. Potongan video tersebut viral di media sosial. "Bonek viking sama saja, tapi yang anj*ng hanya viking. Ya kan?" ucap Resbob dalam video tersebut.
Ujaran kebencian ini memicu kemarahan netizen, khususnya masyarakat Jawa Barat. Sebelumnya, nama Resbob juga sempat menjadi sorotan karena pernah dilaporkan oleh selebgram Azizah Salsha terkait kasus lain.
Menyadari ucapannya menimbulkan kegaduhan, Resbob segera membuat video klarifikasi dan permintaan maaf.
"Yang saya hormati, saya cintai seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada, wabil khusus utama dan pertama sekali, yaitu keluarga besar, khususnya juga orang-orang Sunda di mana pun berada. Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait ucapan saya saat streaming di Surabaya sewaktu tiga hari lalu," ujar Resbob.
Ia mengaku telah diingatkan oleh banyak pihak bahwa ucapannya mengandung stigma negatif terhadap suku tertentu.
"Saya diingatkan banyak pihak telah menyinggung suku tertentu, tepatnya suku Sunda, dengan memberikan stigma tertentu. Izinkan saya menyampaikan klarifikasi bahwa saya sungguh, dan sesungguh-sungguhnya hal itu ucapan itu keluar dari mulut saya," lanjutnya.
Resbob menutup klarifikasinya dengan menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki dendam pribadi terhadap masyarakat Sunda. "Saya sejak kecil hingga berumur 25 tahun saat ini belum pernah sedikit pun mempunyai masalah atau perselisihan dengan orang Sunda, dan tidak ada sedikit pun kebencian terhadap seluruh orang Sunda," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




