Tren ‘Poverty Challenge’ di Korea Selatan Memicu Kemarahan
Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:45 WIB
Seoul, Beritasatu.com - Fenomena pamer atau flexing kekayaan di media sosial bukan hal asing di kalangan netizen global, termasuk netizen di Indonesia. Namun, kini yang tengah menjadi tren di Korea Selatan adalah hal sebaliknya. Bukan pamer kekayaan, melainkan memamerkan keluhan hidup karena kemiskinan atau disebut “Poverty Challenge” yang kontroversial dan memicu kemarahan.
Dilansir dari Oddity Central, Sabtu (10/1/2026), tren ini menampilkan unggahan foto mobil sport, barang mewah, busana berharga mahal rancangan desainer, hingga rumah bernilai tinggi dipadukan dengan barang murah yang lekat dengan imej hidup miskin seperti mi instan atau kimbap yang notabene merupakan makanan berharga murah.
Awalnya, tren ini dianggap sebagai lelucon. Namun, seiring semakin banyaknya netizen yang ikut tantangan ini, banyak pihak menilai tantangan tersebut meremehkan kemiskinan nyata atau dengan kata lain kesulitan ekonomi yang dialami sebagian masyarakat dalam kehidupan nyatanya sehari-hari. Terlebih, barang-barang murah yang dipamerkan dalam konteks tersebut merupakan kebutuhan pokok bagi orang-orang yang benar-benar hidup dalam keterbatasan finansial.
Berbagai unggahan yang viral antara lain foto mi instan dan kimbap murah bersama kunci mobil mewah Ferrari, atau foto mobil Ferrari merah dengan mi instan yang ditumpuk di kap mesin, hingga atau ruangan penuh karya seni mahal dengan keterangan berbunyi “Yang saya punya hanyalah beberapa lukisan dan seekor anjing”. Konten-konten tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu kecaman publik.
Sorotan terhadap tren ini semakin menguat setelah penyanyi senior sekaligus aktor terkenal Korea, Kim Dong Wan lewat akun media sosial pribadinya secara vokal mengkritik tren ini. Ia menegaskan, kemiskinan bukanlah hal yang pantas dijadikan bahan candaan.
“Kemiskinan bukanlah emosi yang bisa dijadikan bahan lelucon. Ada kata-kata dan hal-hal yang seharusnya tidak pernah digunakan untuk bahan tertawaan. Masih banyak mahasiswa yang ragu apakah mereka mampu membeli gimbap karena tidak punya uang. Saya juga pernah tinggal di rumah kecil, kata kemiskinan selalu terasa dekat dengan kehidupan saya,” tulis Kim Dong Wan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




