ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mandi Pakai Air Dingin atau Hangat setelah Kehujanan? Ini Kata Dokter

Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:30 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Ilustrasi mandi.
Ilustrasi mandi. (Freepik.com/Freepik)

Jakarta, Beritasatu.com – Dokter mengimbau masyarakat diimbau langsung mandi dengan air hangat setelah setiap kali kehujanan karena beraktivitas di luar. Pada musim hujan seperti sekarang, mandi menggunakan air hangat dinilai lebih baik daripada mandi dengan air dingin 

“Langsung mandi, apalagi airnya air hangat, itu malah menyegarkan, dan sekaligus juga membuang berbagai yang kotor-kotor di tubuh kita,” kata dr Anggraini Alam di Jakarta, dilansir dari Antara, Sabtu (31/1/2026). 

Dokter yang juga anggota unit kerja koordinasi infeksi penyakit tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tersebut menambahkan, imbauan tersebut juga berlaku untuk anak-anak. Dokter Anggraini menyampaikan,  jika anak-anak terlanjur kehujanan di jalan atau harus melewati genangan banjir, sebaiknya segera dibersihkan atau dimandikan menggunakan air hangat. 

ADVERTISEMENT

Selain mandi, dr Anggraini juga menyarankan untuk segera mencuci tangan dan mengganti pakaian dengan baju yang kering dan hangat setibanya di rumah. Pakaian yang terkena hujan pun sebaiknya langsung dicuci agar kotoran tidak menempel dan mengendap terlalu lama. 

Ia juga mengingatkan pentingnya menggunakan alas kaki tertutup, terutama yang berbahan karet, saat melewati daerah yang tergenang air. Ia menyarankan anak-anak maupun orang dewasa jangan sampai absen membawa jas hujan, payung, serta pakaian hangat selama musim hujan.

“Kita tahu kalau ada lewat di genangan air, paling baik adalah sepatu tertutup. Idealnya bisa dari karet, karena itu sangat membantu, tidak ada berbagai kuman akan masuk,” katanya.

Perubahan suhu yang lebih rendah serta adanya genangan air pada musim hujan dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Air hujan juga dapat mengandung berbagai zat kimia, terutama di wilayah perkotaan, seperti karbon, asam nitrat, atau asam sulfat yang berasal dari polusi udara dan berpotensi mengganggu kesehatan.

Masyarakat juga diminta agar tidak mengonsumsi atau menampung air hujan untuk diminum. 

“Karena kandungan kalsiumnya yang tidak baik untuk tubuh, salah satunya bisa menyebabkan gigi cepat rusak,” pungkas dr Anggraini. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon