Muncul Ruam-ruam di Leher Trump, Kesehatan Mulai Menurun?
Kamis, 5 Maret 2026 | 10:55 WIB
Washington, Beritasatu.com – Di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, kondisi kesehatan Presiden AS Donald Trump kembali menjadi sorotan publik. Kesehatan Trump disorot karena terlihat ada ruam atau bercak merah di sisi kanan lehernya saat menghadiri Upacara Penganugerahan Medali Kehormatan pada Senin (2/3/2026).
Kemunculan ruam tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatan presiden. Menanggapi isu kesehatan Trump, dokter pribadi orang nomor satu di AS tersebut, Dr Sean Barbabella, mengatakan ruam merah itu muncul karena pemakaian krim.
“Presiden Trump menggunakan krim yang sangat umum di sisi kanan lehernya, yang merupakan perawatan kulit pencegahan,” bunyi pernyataan resmi Dr Sean Barbabella, dikutip dari Guardian, Kamis (5/3/2026).
“Presiden menggunakan krim perawatan ini selama satu pekan, dan kemerahan diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu,” tambahnya.
Namun, Dr Sean tidak memerinci jenis krim yang digunakan maupun alasan spesifik Trump menjalani perawatan kulit tersebut.
Sebelumnya, kondisi kesehatan Trump juga disorot publik. Pada Februari 2025, ia sempat terlihat mengalami memar di area tangan. Selain itu, Trump juga terlihat mengantuk dalam rapat kabinet pada Desember 2025.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, sebelumnya menjelaskan memar di tangan Trump hanya disebabkan oleh aktivitas sehari-harinya yang padat.
“Presiden Trump memiliki memar di tangannya karena ia terus-menerus bekerja dan berjabat tangan sepanjang hari setiap hari,” ujar Karoline.
Pada Juli 2025, Gedung Putih juga mengumumkan Trump didiagnosis mengalami insufisiensi vena kronis setelah mengeluhkan pembengkakan pada kakinya. Berdasarkan memo resmi kesehatan presiden, Trump disebut telah menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk studi vaskular diagnostik.
“Presiden Trump menjalani pemeriksaan komprehensif, termasuk studi vaskular diagnostik. Ultrasonografi doppler vena ekstremitas bawah bilateral dilakukan dan mengungkapkan insufisiensi vena kronis, suatu kondisi jinak dan umum, terutama pada individu yang telah berusia di atas 70 tahun,” isi memo tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




