ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mahasiswa UAJY Ikuti Lomba Keceh dan Reresik Kali Tambakbayan

Sabtu, 25 Maret 2017 | 12:46 WIB
LK
B
Penulis: L Gora Kunjana | Editor: B1
Untuk memperingati World Water Day 2017 itu, sebanyak 30 tim dari berbagai komunitas, instansi, dan universitas mengikuti kegiatan
Untuk memperingati World Water Day 2017 itu, sebanyak 30 tim dari berbagai komunitas, instansi, dan universitas mengikuti kegiatan "Keceh lan Reresik Kali Tambakbayan 2017" Sabtu, 25 Maret 2017.

YOGYAKARTA – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengikuti lomba "Keceh lan Reresik Kali Tambakbayan 2017", Sabtu (25/3), dalam rangka memperingati World Water Day atau Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret.

Keduapuluh mahasiswa UAJY tersebut terbagi dalam 4 tim. Tiga tim merupakan mahasiswa Fakultas Teknik dan satu tim dari Mapala UAJY. Mereka harus "bertarung" dengan 26 tim lainnya dari berbagai komunitas, instansi, dan universitas.

Acara ini diselenggarakan oleh Pokja Tambakbayan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti BBWS Serayu Opak, Harian Kedaulatan Rakyat, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta, dan lainnya.

"Untuk memperingati Hari Air Sedunia tidak perlu diperingati secara meriah dan megah namun makna kegiatan adalah bagaimana kita berkontribusi untuk menjaga lingkungan dan ekosistem kita terutama sumber daya air," jelas Bambang Sasongko, ketua panitia Keceh lan Reresik Kali Tambakbayan.

ADVERTISEMENT

Acara ini merupakan kegiatan rutin Pokja Sungai Tambakbayan sebagai aksi dan partisipasi masyarakat dalam gerakan restorasi sungai khususnya Sungai Tambakbayan. Kegiatan kali ini mengambil tema "nguri-nguri kali" yang bertujuan untuk sosialisasi dan desiminasi Gerakan Restorasi Sungai DIY, identifikasi potensi dan permasalahan di Sungai Tambakbayan, dan penghijauan lahan kritis di bantaran Sungai Tambakbayan.

Para peserta menempuh jarak lebih kurang 5km yang dibagi dalam empat zona. Zona pertama dimulai dari Embung Tambakboyo – Perumahan Perwita Karya (ringroad), zona kedua dari Perumahan Perwita Karya – Jembatan Babarsari, zona ketiga dari Jembatan Babarsari – Bendung Glendongan, dan zona keempat dari Bendung Glendongan dan berakhir di Dukuh Kalongan.

Kegiatan ini juga menjadi ajang perlombaan dan pemenangnya mendapatkan piala bergilir serta uang pembinaan. Selain itu, masing-masing kelompok juga ditugaskan untuk melakukan identifikasi sebaran limbah/sampah, kerentanan infrastruktur, dan biodiversity di sepanjang Sungai Tambakbayan.

Rani Sjamsinarsi, Plt. Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Peringatan Hari Air Sedunia sebagai pembaharuan komitmen masyarakat bahwa air itu perlu dihargai.

"Kita tidak bisa hidup tanpa air maka event seperti ini dijadikan sebagai momentum cinta kita dan rasa menghargai kita terhadap sumber air," jelasnya.

Hasil dari susur sungai ini nantinya akan dicatat dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk ditindaklanjuti agar sumber air dan kelestarian sungai tetap terjaga. 







Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon