ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menteri Yohana: Pengalaman Hidup Lansia Bisa Diteladani Generasi Penerus

Sabtu, 14 Oktober 2017 | 21:12 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Menteri PPPA Yohana Susana Yembise memberikan sambutan pada acara Gerakan Seribu Perempuan di Jakarta, Sabtu 14 Oktober 2017. (Sumber: Muller Mulyadi)
Menteri PPPA Yohana Susana Yembise memberikan sambutan pada acara Gerakan Seribu Perempuan di Jakarta, Sabtu 14 Oktober 2017. (Sumber: Muller Mulyadi)

JAKARTA- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise mengatakan kaum lanjut usia (Lansia) sudah seharusnya menjadi perhatian serius. Ia menilai kaum Lansia belum mendapat perhatian khusus dari Pemerintah secara optimal. Padahal para lansia memiliki pengalaman hidup yang dapat dijadikan teladan generasi penerus.

"Para orang tua kita, manusia lanjut usia (lansia) ini, memiliki kebajikan, kearifan, dan pengalaman hidup yang bisa diteladani generasi penerusnya," ujar Menteri Yohana kepada para wartawan, pada acara Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional 2017, di Plasa Tugu Proklamasi, Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017).

Menurut Menteri Yohana, budaya bangsa Indonesia sangat menekankan prinsip menghormati dan memuliakan orang tua.

"Cara kita menghargai orang tua merupakan potensi sosial yang membentuk karakter dan citra budaya Indonesia. Citra dan identitas budaya bangsa Indonesia yang santun, dan penuh penghormatan terhadap orang tua. Perayaan yang kita laksanakan hari ini, bertujuan memuliakan para Lansia," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Acara seperti ini akan kami laksanakan kembali di tahun 2018 yang lebih besar lagi. Harapannya dapat dihadiri bapak Presiden RI. Kami akan mengundang para Lansia dari berbagai daerah," tambah Yohana.

Menurut dia, di tahun 2015 Indonesia sudah melewati tahapan pembangunan Millennium Development Goals (MDGs). Saat ini Indonesia sudah masuk pada tahap Sustainable Development Goals (SDGs). Perempuan masuk pada indikator ke lima; yaitu kualitas kesetaraan gender, selain masalah lingkungan, sosial dan ekonomi.

Ada empat pilar, lanjut Menteri Yohana, menjadi perhatian untuk melakukan cita-cita mulia; perempuan, anak-anak, disabilitas, dan Lansia.

"Kita harus peduli terhadap empat pilar ini. Karena hal ini menjadi indikator maju atau tidaknya sebuah Negara. Termasuk air bersih (clean water). Jika hal ini bagus, Negara dianggap bebas dari kemiskinan," ungkapnya.

Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional 2017 yang diselenggarakan Kementerian PPPA dan Natural Indonesia ini ditandai dengan pergelaran budaya bertajuk "Gerakan 1000 Perempuan dan Lansia Indonesia Merawat Lingkungan – Peduli Bencana," yang dikemas apik oleh seniman dan budayawan, Bambang Oeban.

Menampilkan sejuta aksi, refleksi, serta pembacaan puisi dan pernyataan, dari para seniman, budayawan, pejabat, birokrat, dan para perempuan lanjut usia. Termasuk penampilan Menteri Yohan, Vennetia Ryckerens Danes (Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan), Pribudiarta Nur Sitepu (Sekretaris Menteri PPPA), Bambang Oeban (Budayawan), dan para inspirator bangsa.

Tampil juga Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dan Situasi Darurat Kondisi Khusus Kementerian PPPA Nyimas Aliah yang membacakan puisi bertajuk ‘Perempuan dan Lansia Indonesia Peduli Bencana dan Merawat Lingkungan.’

Aksi lainnya, berupa Senam Three End dan Senam Lansia, serta pembagian seribu batang pohon untuk masyarakat. Di antara gerakan 1000 perempuan yang ikut hadir memeriahkan acara ini, adalah para perempuan lanjut usia berprofesi pemulung, binaan Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation, Kranggan Permai, Jatisampurna, Bekasi.

"Merawat lingkungan dan peduli bencana menjadi perhatian, dan keprihatinan kami. Hal ini kemudian kami angkat menjadi tema acara ini. Kesadaran dan kepedulian kita tak lain adalah untuk dapat mencegah dan mengendalikan lingkungan dari ancaman kerusakan mau pun pengrusakan," ujar Bambang Oeban, Penata Kemas Acara.

Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional (International Day of Older Persons), ditetapkan dalam Sidang Umum PBB setiap 1 Oktober berdasarkan resolusi No. 45/106, tanggal 14 Desember 1990. Penetapan tersebut merupakan kelanjutan dari Vienna International Plan of Action on Aging (Vienna Plan), yang diputuskan di Wina tahun 1982 dengan resolusi No. 37/1982.

Di Indonesia, Hari Lanjut Usia Nasional dicanangkan Presiden Soeharto di Semarang 29 Mei 1996, sebagai bentuk penghormatan atas jasa Dr KRT Radjiman Wediodiningrat, yang di usia lanjut memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon