ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cerdas Memilih Obat Tradisional untuk Imunitas Tubuh

Minggu, 14 Februari 2021 | 08:31 WIB
IH
FB
Penulis: Indah Handayani | Editor: FMB
Perusahaan farmasi terkemuka Indonesia, PT SOHO Global Health (SOHO) mengumumkan terjalinnya kesepakatan kerjasama dengan Quadria Capital, yang merupakan perusahaan investasi terkemuka di Asia dalam bidang pelayanan kesehatan, kesepakatan kerja sama adalah dalam bentuk investasi di SOHO Global Health.
Perusahaan farmasi terkemuka Indonesia, PT SOHO Global Health (SOHO) mengumumkan terjalinnya kesepakatan kerjasama dengan Quadria Capital, yang merupakan perusahaan investasi terkemuka di Asia dalam bidang pelayanan kesehatan, kesepakatan kerja sama adalah dalam bentuk investasi di SOHO Global Health. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Merujuk Buku Pedoman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang 'Obat Tradisional untuk Memelihara Daya Tahan Tubuh', masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam memilih obat tradisional berbahan herbal. Dalam buku pedoman itu, BPOM menegaskan bahwa obat tradisional berbahan herbal dapat dinyatakan berkhasiat dan efektif meningkatkan daya tahan tubuh jika sudah melalui penelitian ilmiah, antara lain uji klinis.

Salah satu suplemen berbahan herbal yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan telah teruji klinis adalah suplemen yang mengandung Echinacea Purpurea.

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi imunologi indonesia (PP Peralmun) Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI mengatakan Echinace Purpurea memiliki manfaat sebagai immunomodulator, yang berarti Echinacea Purpurea dapat mengatur kerja sistem imun tubuh. "Berdasarkan mekanisme kerjanya, Echinace Purpurea dapat digunakan untuk percegahan penyakit infeksi, salah satunya infeksi pada saluran pernafasan atas dan bawah," ungkapnya dalam meterangan pers diterima Minggu (14/2/2021).

Menurut Prof Iris, para Ahli PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) telah mendiskusikan penggunaan Echinacea purpurea di masa pandemi. Dari hasil diskusi tersebut, sejumlah kesimpulan diperoleh. Pertama, berdasarkan data penelitian yang ada, pemberian Echinacea purpurea berperan sebagai imunomodulator dan membawa komponen sistem imun ke level yang dibutuhkan agar tubuh siap untuk melawan infeksi. Echinacea purpurea juga tidak menyebabkan terjadinya badai sitokin (cytokine storm).

ADVERTISEMENT

Kedua, lanjut dia, pada Covid-19 terdapat berbagai modalitas terapi yang diberikan. Echinacea purpurea dapat diberikan sebagai salah satu modalitas tersebut, yaitu sebagai terapi preventif pada orang sehat ataupun terapi adjuvan dalam kasus KTG (konfirmasi tanpa gejala) dan pasien gejala ringan. "Ketiga, dosis Echinacea purpurea yang diberikan sesuai dengan persetujuan BPOM sebesar 1000mg sekali sehari, selama 8 minggu atau sampai dengan hasil swab negatif," tambahnya.

Dr. Erlina Burhan, Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Persahabatan, mengatakan saat ini, 80% pasien Covid-19 di Indonesia tercatat KTG 11dan pasien bergejala ringan. Sisanya, 20%, adalah pasien yang bergejala sedang dan berat. "Oleh karena itu, penting melakukan perlindungan diri dengan tetap memelihara dan meningkatkan imunitas tubuh, antara lain dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin yang mengandung Echinacea Purpurea," paparnya.

Sementara itu, DR. Raphael Aswin Susilo Widodo, ST, MSi, Direktur PT SOHO Industri Pharmasi dan Vice President Research & Development, Regulatory and Medical Affairs SOHO Global Health Tbk, menambahkan Imboost merupakan produk immunomodulator yang bekerja memodulasi atau mengatur sistem imun tetap pada level optimal. "Karena mengandung Echinacea Pupurea extract dan zinc picolinate," tutup dia. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon