ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

John Riady: Keberadaan Dokter Spesialis Masih Terpusat di Kota Besar

Senin, 17 Oktober 2022 | 11:29 WIB
NL
CR
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: CLA
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady (Investor Daily)

Jakarta, Beritasatu.com - Minimnya jumlah dokter spesialis di berbagai rumah sakit di Indonesia, mendorong masyarakat untuk berobat ke luar negeri. Ini menyebabkan devisa hampir US$ 6 miliar per tahun atau sekitar Rp 100 triliun dinikmati oleh negara lain.

Presiden Komisaris PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) John Riady mengatakan, secara kualitas, dokter-dokter spesialis di Indonesia tidak kalah dan banyak yang melampaui koleganya di luar negeri. Ini karena dokter spesialis di Indonesia terbiasa menghadapi persoalan kesehatan yang lebih kompleks dan berat di dalam negeri.

"Hanya saja, keberadaan dokter-dokter spesialis masih berpusat di Jakarta. Semakin jauh dari kota besar, kualitas dan jumlah dokter semakin berkurang," kata John di Jakarta, Senin, (17/10/2022).

ADVERTISEMENT

Ia juga mendukung kekhawatiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas fenomena banyaknya masyarakat berobat ke luar negeri hingga menghabiskan dana US$ 6 miliar per tahun.

Presiden Jokowi mengungkapkan, masyarakat kelas atas itu cenderung berobat ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang, karena kurang mengapresiasi keberadaan rumah sakit dan layanan kesehatan di dalam negeri.

"Karena masyarakat memandang di dalam negeri, entah rumah sakitnya, entah tenaga kesehatan, dan alat kesehatannya belum siap, atau lebih baik berobat ke luar daripada di dalam negeri," ujarnya.

John mengungkapkan, saat ini jumlah dokter hanya sekitar 81.011 orang, dengan persebaran terbanyak di Pulau Jawa, terutama Jabodetabek. Rasio itu hanya mencapai 0,3 per 1.000 orang.

"Lemahnya industri kesehatan di Indonesia, justru telah menguntungkan negara-negara tetangga yang memiliki industri jasa kesehatan lebih maju. Persoalannya, dari sisi supply, layanan kesehatan secara nasional dinilai sangat kurang, terutama dari segi kuantitas, Indonesia hanya memiliki rasio ranjang 1,33 per 1.000 orang," tambahnya.

Padahal, sektor kesehatan merupakan salah satu tulang punggung pemasukan ekonomi nasional. Apalagi, terdapat kebutuhan yang meningkat seiring antisipasi merebaknya wabah di masa depan maupun pertumbuhan pendapatan masyarakat. Indonesia memiliki pasar yang besar untuk industri kesehatan, sementara itu sekitar 600 ribu masyarakat Indonesia pergi ke luar negeri.

"Ke depan, tren masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. Bahkan hidup sehat sekarang sudah menjadi gaya hidup," kata John.

Hal inilah yang membuat Lippo Group sejak jauh hari berinvestasi di sektor kesehatan dengan pendirian RS Siloam di Lippo Karawaci pada 1992. Tidak tanggung-tanggung, visi Lippo Group di bidang kesehatan itu pun membidik langsung kualitas paling atas untuk layanan kesehatan.

John mengungkapkan, hal itu dibuktikan Siloam merupakan rumah sakit pertama yang bekerja sama dengan Gleneagle Hospital Singapore dan mendapatkan akreditasi Joint Commission International atau JCI. Akreditasi ini merupakan standar layanan kesehatan berkelas internasional.

Untuk itulah, Siloam banyak menempatkan dokter-dokter spesialis di daerah dan meningkatkan kualitasnya menjadi standar internasional seperti Siloam Labuan Bajo International Medical Centre (LIMC) misalnya. "Agar dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat setempat dan para wisatawan mancanegara untuk mendukung pemulihan pariwisata dan mendongkrak jumlah wisatawan ke Labuan Bajo pada masa mendatang," jelasnya.

Saat ini, Siloam memiliki 40 rumah sakit di 27 provinsi. Tidak hanya itu, Lippo Group juga terus berupaya mengisi ruang kosong produksi dokter-dokter spesialis yang mumpuni. "Secara jangka panjang, problem ini perlu diselesaikan dengan menggenjot perguruan tinggi menghasilkan para dokter, hal inilah yang diampu oleh Fakultas Kedokteran UPH. Selain itu, bisa diambil kebijakan untuk menarik pulang para diaspora dokter yang praktik di berbagai rumah sakit di luar negeri," kata John.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenkes Siapkan Bonus Rp 30 Juta demi Tarik Dokter ke Area Terpencil

Kemenkes Siapkan Bonus Rp 30 Juta demi Tarik Dokter ke Area Terpencil

LIFESTYLE
Kabar Gembira untuk Dokter Spesialis 3T, Insentif Tak Lagi lewat DAK

Kabar Gembira untuk Dokter Spesialis 3T, Insentif Tak Lagi lewat DAK

EKONOMI
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sangihe Libatkan Dokter Spesialis

Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sangihe Libatkan Dokter Spesialis

NUSANTARA
Prabowo Ingin Buka 30 Fakultas Kedokteran Baru

Prabowo Ingin Buka 30 Fakultas Kedokteran Baru

LIFESTYLE
Krisis Dokter Spesialis, Prabowo: Gak Dikejar, 35 Tahun Baru Siap

Krisis Dokter Spesialis, Prabowo: Gak Dikejar, 35 Tahun Baru Siap

LIFESTYLE
IDAI Buka Suara Soal Tunjangan Rp 30 Juta untuk Dokter Spesialis

IDAI Buka Suara Soal Tunjangan Rp 30 Juta untuk Dokter Spesialis

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon