Alasan Rekonstruksi Pembunuhan Sopir Taksi Online Tak Digelar di TKP
Kamis, 16 Februari 2023 | 17:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Rekonstruksi kasus pembunuhan sopir taksi online di Depok yang dibunuh oleh anggota Densus 88 Antiteror Bripda Haris Sitanggang atau Bripda Haris tidak digelar di tempat kejadian perkara (TKP). Penyidik melaksanakan kegiatan itu di Polda Metro Jaya sebagai lokasi pengganti TKP.
Saat ditanya alasannya, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, hal itu karena TKP terdiri dari beberapa lokasi, sehingga sebaiknya dilaksanakan di Polda Metro Jaya.
Trunoyudo menjelaskan, konstruksinya cukup panjang, dimulai ada TKP di Jakarta, Depok, Bekasi, dan juga di Tangerang. "Maka locus dan tempus ini, suatu rangkaian peristiwanya akan ditangani di Polda Metro Jaya."
Trunoyudo mengatakan, rekonstruksi dengan tersangka Bripda Haris tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk mencari kesesuaian antara keterangan saksi, tersangka, dan barang bukti. Sehingga sampai saat ini masih terus dilakukan proses analisis.
"Sejauh ini sesuai dengan rencana 40 adegan yang direkonstruksikan, artinya tentu belum ada temuan hal yang bersifat baru. Namun tadi kami tekankan sudah saintifik, kita hadirkan Inafis," ungkap Trunoyudo.
"Selanjutnya tahap untuk penyidikan adalah pemberkasan," lanjutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




