Polri Baru Identifikasi 2 dari 15 Jenazah Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang
Minggu, 5 Maret 2023 | 00:04 WIB
"Sepuluh sampel DNA itu nanti untuk pembanding dari 14 jenazah yang sudah diambil DNA-nya. Tim akan bekerja dengan ketelitian dan kehati-hatian, karena ini butuh waktu untuk mencocokkan DNA," ujar Dedi Prasetyo.
Dikatakan, dari 14 jenazah, ada 2 jenazah yang sudah diidentifikasi dengan sidik jari. Sementara, kata dia, 12 jenazah sudah diambil sampel DNA untuk dicocokan dengan pihak keluarga.
"DNA itu langsung yang memiliki garis keturunan secara langsung, yakni orang tua, kakak, atau adiknya. Ini masih terus proses ante mortem dengan meminta data dari pihak keluarga. Post morten tetap bekerja dengan dua metodologi, yakni DNA dan ontologi," ungkap Dedi.
Ante mortem adalah proses identifikasi jenazah berdasarkan data-data sebelum korban meninggal. Data ante mortem umumnya didapat dari pihak keluarga, meliputi penampilan atau visual korban sebelum mengalami kecelakaan.
Ante mortem bisa meliputi pakaian yang dikenakan, perhiasan, aksesoris, tanda lahir, tato, bekas luka, serta sampel DNA dari anggota keluarga kandung. Ante mortem juga meliputi data primer, yaitu sidik jari korban dan data pemeriksaan gigi.
Sementara, data post mortem diperoleh setelah tim menemukan dan mengevakuasi korban. Dengan kata lain, data-data ini didapat dari tubuh korban. Post mortem meliputi sidik jari, golongan darah, DNA, serta konstruksi gigi.
Setelah data ante mortem dan post mortem telah dikumpulkan secara lengkap, maka tahap selanjutnya adalah pencocokan. Jika kedua data tersebut saling cocok, maka korban akan dinyatakan teridentifikasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




