ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bertemu Asosiasi Pengusaha, Heru Budi Imbau WFH

Kamis, 24 Agustus 2023 | 13:13 WIB
AC
MF
Penulis: Agnes Valentina Christa | Editor: DIN
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. (Beritasatu.com/Medikantyo Adhikresna)

Jakarta, Beritasatu.com - Pj Gubernur DKI Jakarta bersama dengan 6 asosiasi pengusaha melakukan pertemuan guna membahas polusi udara yang memburuk. Pada pertemuan tersebut, Heru Budi menghimbau agar swasta dapat memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi karyawan.

"Enggak, mereka ngatur sendiri (WFH) kan saya minta asosiasi-asosiasi, hasilnya belum tahu mereka yang ngatur," ungkap Heru Budi kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2023).

Heru mengatakan pada pertemuan tersebut selain memberikan imbauan untuk menerapkan WFH. Ia juga meminta perusahaan swasta untuk dapat WFH pada perhelatan KTT ASEAN mendatang. Hal tersebut diperlukan demi lancarnya lalu lintas selama kegiatan KTT ASEAN mendatang.

Selain itu, pengadaan WFH bagi perusahaan swasta juga berperan penting untuk dapat menekan angka polusi di udara Jakarta.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI berhasil mereduksi atau menurunkan angka kemacetan di Jakarta sekitar 5 persen.

"Kami sudah melakukan evaluasi. Volume lalu lintas hari Selasa kemarin turun sekitar 5 persen. Artinya, pelaksanaan WFH ini cukup efektif ditinjau dari pengurangan trafik kemacetan berdasarkan arus lalu lintas kendaraan yang kami pantau," ungkap Syafrin Liputo di Jakarta, Rabu (23/8/2023).

Menurut Syafrin, angka penurunan kemacetan tersebut didapatkan berdasarkan hasil evaluasi Dishub DKI secara keseluruhan, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

"Kami baru lihat dari sisi penurunan volume kendaraan, dengan trafik yang biasanya melintas 1.000 kendaran, sekarang ini menurun sekitar 5 persen," jelasnya.

Syafrin menyatakan, meskipun penurunan kemacetan tersebut belum terlalu besar, tetapi kebijakan bekerja dari rumah untuk ASN diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan swasta untuk menerapkan kebijakan serupa.

"Memang jika kita melihat populasi jumlah ASN di Jakarta, total yang beraktivitas itu dari pegawai pemerintah pusat dan daerah sekitar 5 persen. Ini sudah digabung dengan pusat," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon