ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemprov DKI Diminta Gencarkan Deteksi Dini Penyakit Akibat Polusi Udara

Selasa, 12 September 2023 | 06:34 WIB
FE
FH
Penulis: Fito Akhmad Erlangga | Editor: FER
Suasana gedung bertingkat yang diselimuti kabut tebal polusi di Jakarta, Jumat 1 September 2023. Menjelang akhir pekan, kualitas udara di Jabodetabek dan Kepulauan Seribu merah alias tidak sehat hampir di semua wilayah. Hal tersebut diungkap aplikasi penyedia data kualitas udara Nafas Indonesia, melalui akun resminya.
Suasana gedung bertingkat yang diselimuti kabut tebal polusi di Jakarta, Jumat 1 September 2023. Menjelang akhir pekan, kualitas udara di Jabodetabek dan Kepulauan Seribu merah alias tidak sehat hampir di semua wilayah. Hal tersebut diungkap aplikasi penyedia data kualitas udara Nafas Indonesia, melalui akun resminya. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, Prof DR Dr Agus Dwi Susanto meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggencarkan deteksi dini penyakit akibat polusi udara.

"Pemeriksaan tersebut merupakan bagian integral dari deteksi dini penyakit tidak menular, di tengah memburuknya polusi udara di Jakarta," kata Agus seusai menghadiri RDPU bersama Komite II DPD di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2023).

Guru Besar FKUI ini juga mengimbau warga mengenali gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang marak terjadi di kala tingginya angka polusi udara di Ibu Kota.

ADVERTISEMENT

Agus menjelaskan, di tengah tingginya polusi udara, masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat, menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Salah satu langkah utama adalah mengenali gejalanya sedini mungkin, sehingga bisa obati lebih cepat dan lebih cepat sembuh," jelasnya.

Tak hanya orang dewasa, perlindungan dari penyakit saluran perfasan imbas polusi bagi anak di bawah lima tahun (Balita) juga harus diperketat.

Menurut Agus, hal ini memerlukan peran serta dari orang tua untuk bisa mengawasi anaknya dan segera berkonsultasi ke dokter apabila terjadi gejala ISPA atau pneumonia pada anak agar segera tertangani.

"Balita tentu tergantung orang tuanya ya bagaimana orang tua mengawasi balitanya terhadap gejala gejala pernapasan yang muncul kalau misalnya terdapat gejala pernapasan segera konsultasi ke dokter supaya tidak parah," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

NUSANTARA
Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

NASIONAL
BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

NASIONAL
Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

LIFESTYLE
Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

LIFESTYLE
Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon