ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

6 Fakta Kecelakaan Pesawat Tecnam P2006T di BSD

Senin, 20 Mei 2024 | 13:02 WIB
SN
AP
Penulis: Siti Nuraisah | Editor: ADP
Petugas BPBD Kota Tangsel dan petugas gabungan mengevakuasi jenazah korban pesawat jatuh di BSD Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu 18 Mei 2024. Pesawat dengan kode registrasi PK - IFP TECNAM milik Flying Club Pondok Cabe terjatuh saat hujan deras mengguyur kawasan Serpong, tiga orang tewas dalam kejadian tersebut.
Petugas BPBD Kota Tangsel dan petugas gabungan mengevakuasi jenazah korban pesawat jatuh di BSD Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu 18 Mei 2024. Pesawat dengan kode registrasi PK - IFP TECNAM milik Flying Club Pondok Cabe terjatuh saat hujan deras mengguyur kawasan Serpong, tiga orang tewas dalam kejadian tersebut. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao.)

Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah pesawat latih tipe Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP jatuh di Kawasan BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan pada (19/5/2024). Insiden tersebut merenggut 3 korban jiwa. Kesaksian salah satu seorang warga, terdengar dentuman keras sesaat setelah pesawat jatuh.

Hingga saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum mengetahui penyebab pasti kecelakaan pesawat latih jenis Tecnam P2006T tersebut.

"Belum diketahui apakah ada kerusakan pesawat sebelum kecelakaan," demikian seperti dikutip dari siaran pers KNKT pada Senin (20/5/2024).

ADVERTISEMENT

Berikut ini enam fakta kecelakaan pesawat Tecnam P2006T di BSD. 

1. Kirim sinyal mayday
Mayday merupakan istilah yang menandakan sebuah pesawat sedang dalam keadaan berbahaya. Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso menyampaikan, informasi awal mengenai pesawat latih dengan nomor registrasi PK-IFP ini menuju Pondok Cabe dari Tanjung Lesung. Kemudian mengirimkan pesan tentang adanya mayday hingga terjadi hilang kontak.

2. Korban jiwa berjumlah 3 orang
Humas Basarnas Jakarta Ramli Prasetio mengungkapkan, tiga korban dalam peristiwa jatuhnya pesawat latih tersebut terdiri pilot bernama Pulu Darmawan, kopilot Suanda, dan seorang engineer Farid Ahmad. 

Kondisi dari ketiga jasadnya pun tidak ada luka bakar hanya terdapat luka akibat benturan yang sangat keras sehingga bagian tubuhnya menjadi tidak utuh. Lalu langsung dibawa ke kamar jenazah RS Polri Kramat Jati. 

3. Hendak mendarat darurat
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan pesawat  Tipe Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP, milik Indonesia Flying Club sempat berusaha mendarat darurat. Namun, karena menabrak pepohonan di sekitarnya sehingga jatuh di samping lapangan Sunburst BSD, Tangsel. 

4. Milik flying club
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pesawat yang jatuh tersebut milik Indonesia Flying Club atau perkumpulan penerbangan Indonesia bukan sekolah penerbangan Curug. Pesawat berwarna putih tersebut berjenis Tecnam P20006T dengan nomor registrasi PK-IFP yang tertera di bagian buntutnya.

5. Korban sempat meminta tolong
Informasi dari seorang saksi mengatakan bahwa salah satu dari korban tersebut sempat minta tolong usai pesawat latih itu jatuh. Namun, karena korban terjebak di badan pesawat, pertolongan tidak dapat dilakukan segera dilakukan.

6. Hujan deras
Pesawat latih tersebut jatuh sekitar pukul 14.00 WIB bersamaan dengan hujan deras. Video yang beredar sesaat setelah kecelakaan memperlihatkan kondisi sedang hujan deras. Namun, belum bisa dipastikan apakah cuaca menjadi salah satu faktor penyebab pesawat latih itu jatuh. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon