Sebelum Jatuh, Kru Pesawat Tecnam P2006T Jajal Airstrip di Tanjung Lesung
Senin, 20 Mei 2024 | 14:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan, tujuan penerbangan pesawat latih jenis Tecnam P2006T sebelum jatuh di kawasan BSD Serpong, Tangerang Selatan. Sebelum jatuh, kru pesawat Tecnam P2006T menjajal airstrip di Tanjung Lesung.
Diketahui, pesawat Tecnam P2006T awalnya take off dari Bandara Pondok Cabe dan terbang menuju Bandara Khusus Salakanagara di Tanjung Lesung, Pandeglang. Kemudian, pesawat take off kembali dari Tanjung Lesung menuju Pondok Cabe.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan, pesawat milik Indonesia Flying Club yang berisikan tiga kru itu terbang untuk melakukan survei menjelang acara yang akan diselenggarakan oleh klub penerbangan itu. Namun, dia mengaku belum tahu detail dari acara itu.
BACA JUGA
Tak Ada Black Box dalam Pesawat Jatuh di BSD, KNKT Cari Isi Percakapan Pilot dari 2 Tower ATC
"Jadi kalau non-komersial ini memang di situ mereka bukan penerbangan (membawa penumpang) dari Pondok Cabe ke Tanjung Lesung, mereka mengadakan survei. Yang kami dengar Indonesia Flying Club ini akan punya acara, tetapi saya tidak tahu, ulang tahun atau apa ada acara di Tanjung Lesung," tutur Soerjanto saat ditemui, Senin (20/5/2024).
Lebih lanjut Soerjanto mengatakan, pesawat milik Indonesia Flying Club itu hendak menjajal airstrip (landasan terbang) di Salakanagara di Tanjung Lesung. Nahas, setelah menjajal airstrip itu, pesawat tersebut tak sampai kembali ke Pondok Cabe karena keluar jalur dan jatuh di kawasan BSD.
"Mereka juga dengan pesawat itu mencoba airstrip yang ada di Tanjung Lesung itu. Air stripnya katanya baru dan pesawat ini melakukan uji coba untuk ke sana untuk landing dan take off kembali. Terus kemudian kembali ke Pondok Cabe," jelasnya.
KNKT masih melakukan investigasi terkait kecelakaan pesawat latih Tecnam P2006T. KNKT juga sudah memindahkan semua barang dari lokasi kecelakaan pesawat ke Bandara Pondok Cabe dan menyimpan sejumlah barang khusus untuk diteliti lebih lanjut.
Hingga saat ini, KNKT masih belum memastikan penyebab kecelakaan pesawat yang menewaskan pilot pesawat, kopilot pesawat, dan seorang engineer tersebut. Pihak KNKT juga mengidentifikasi usia dan kelayakan pesawat itu.
"Saya belum tahu (usia pesawat), pasti tetapi mungkin belum lama-lama bangetlah," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




