Program Kampung Tangguh Jaya, Zona Merah Berubah Oranye dan Kuning
Kamis, 4 Februari 2021 | 19:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya terus melaksanakan program Kampung Tangguh Jaya untuk mendisiplinkan masyarakat di wilayah zona merah Covid-19, di Jakarta dan sekitarnya. Sejauh ini, orang yang terpapar Covid-19 disebut menurun jumlahnya. Zona merah berubah menjadi oranye dan kuning.
"Sejauh ini sudah berjalan, dan alhamdulillah sudah ada beberapa RW tangguh atau kampung tangguh dari zona merah berubah menjadi zona oranye dan kuning. Ya trennya terjadi penurunan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada Beritasatu.com, Kamis (4/2/2021).
Yusri mengatakan, Polda Metro Jaya, TNI dan pemerintah daerah (pemda) membangun kampung tangguh di wilayah yang masuk zona merah. Kegiatan yang dilakukan yakni mendisiplinkan masyarakat di wilayah itu. Masyarakat senantiasa diedukasi terkait 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).
"Kemudian, petugas kita melakukan testing, tracing dan treatment (3T) untuk bisa mengetahui ada berapa orang yang positif. Kemudian kita melakukan intervensi di situ, terhadap orang-orang yang positif, dengan harapan kita orang-orang yang positif itu bisa negatif lagi. Dari zona merah jadi zona oranye atau zona kuning," ungkap Yusri.
Yusri menyatakan, satuan tugas (satgas) dari tiga pilar (TNI, Polri, Pemda) setiap hari datang mengecek ke rumah atau tempat isolasi mandiri di wilayah kampung tangguh. Vitamin pun diberikan dalam setiap kunjungan. Lalu, ada sosialisasi dari tim dokter. Tak hanya itu, swab test pun dilakukan. Menurut Yusri, masyarakat ikut berpartisipasi memberikan makanan di kampung tangguh itu.
Yusri menuturkan, satgas juga mengaktifkan ketahanan pangan di kampung tangguh. "Buat tanam sayuran, pelihara lele. Kemudian dengan adanya kampung tangguh, semua berkolaborasi, juga bisa jaga keamanan. Itulah harapan kita ke depan bagaimana bisa menekan penularan Covid-19," ungkap Yusri.
Menurut Yusri, Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran terus berkantor di polsek-polsek untuk memantau pelaksanaan kampung tangguh. "Sekarang bagaimana tinggal yang ada zona merah, kita bikin lagi kampung tangguh. Penanganan sampai ke bawah mikro RT/RW semua," kata Yusri seraya menyebut Operasi Yustisi pun terus berjalan untuk menindak masyarakat yang melanggar.
Yusri menambahkan, Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saat ini juga sedang menggalakkan program Jakarta Bermasker yaitu dengan membagikan 100.000 masker kepada masyarakat setiap hari. Harapannya, bisa memutus mata rantai minimal 70%. "Supaya masyarakat disiplin pakai masker, bahwa masker itu penting," kata Yusri.
Sementara itu, Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Supriyanto mengatakan, jumlah orang yang positif terpapar Covid-19 terus menurun di kampung tangguh. "Kita punya kampung tangguh ada 11. Jadi setiap kelurahan kita buat kampung tangguh. Alhamdulillah kita sudah mulai turun. Misalnya yang tadinya di Gandaria Utara RW 14 itu ada 20 kasus sekarang tinggal satu," kata Supriyanto.
Supriyanto menyatakan, Kapolda Metro Jaya pernah berkantor di Polsek Kebayoran Baru, pada 11 Januari 2021. Sejak dibangun Kampung Tangguh Jaya, terjadi penurunan yang cukup signifikan. "Kita zona merah di RW 8 Kelurahan Gunung, tetapi alhamdulillah sekarang sudah turun, sudah bagus, itu klaster keluarga," ucap Supriyanto.
Menurut Supriyanto, setiap hari anggota Bhabinkamtibmas selalu mengecek bersama dokter puskesmas dan gugus tugas ke setiap kampung tangguh. Swab test antigen di Polsek dilaksanakan setiap Senin dan Kamis.
"Jadi benar-benar kita mengutamakan supaya mereka tidak menyebar kemana-mana. Jadi kita penduduk yang paling banyak Cipete Utara sama Gandaria Utara, itu turun. Kemarin yang terkena Covid ada 369 sekarang tinggal 319 per 1 Februari, itu data per minggu," ungkap Supriyanto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




