Pesta Bikini di Depok, Bukti Lemahnya Kontrol Keluarga
Minggu, 12 Juni 2022 | 20:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati, menyebut kegiatan pesta bikini dan minum-minuman keras yang diikuti ratusan anak muda di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, menjadi bukti lemahnya kontrol keluarga. Keluarga dalam hal ini orang tua sepatutnya mengawasi anak-anaknya.
"Apa yang terjadi di Depok ini hanyalah bagian dari pecahan-pecahan peristiwa. Kalau diambil benang merahnya, ini terkait dengan lemahnya institusi keluarga dalam memastikan anak-anak muda tumbuh dengan moralitas dan keadaban yang sesuai dengan budaya dan sosial Indonesia," kata Devie Rahmawati, Minggu (12/6/2022).
Baca Juga: Polda Metro Jaya Gerebek Pesta Bikini di Depok
Dia menambahkan, kegiatan yang dilakukan anak-anak muda tersebut bukan bagian dari budaya dan sosial Indonesia.
"Mengenakan bikini dan meminum minuman keras itu jelas bukan budaya Indonesia. Ini merupakan budaya luar yang kemudian diadaptasi dan difotokopi oleh anak-anak kita," tuturnya.
Baca Juga: Pesta Bikini di Depok, Polisi: Itu Private Party
Fenomena tersebut terjadi bukan hanya kali ini saja, tetapi sudah terjadi sejak diciptakannya teknologi media massa televisi hingga sekarang ini dengan adanya perkembangan teknologi internet.
"Mengapa ini bisa terjadi? Setelah menyaksikan tayangan yang mempromosikan budaya-budaya luar, kemudian bertemu dengan lemahnya kontrol sosial dari institusi keluarga yang menyebabkan kemudian anak-anak tidak memiliki arah kompas kehidupan, karena keluarga tidak memberikan pendampingan untuk mengingatkan anak-anak apa yang baik untuk difotokopi, diimitasi atau dimodifikasi dari tayangan yang ada, agar perilaku yang jauh sekali dari praktek keadaban dan kearifan budaya sosial kita, itu tidak langsung dilumat mentah-mentah oleh anak-anak muda kita," bebernya.
Baca Juga: Private Party di Depok, Penjaga Rumah: Saya Tertipu
Devie memberikan apresiasi kepada masyarakat yang masih tetap memelihara kerekatan sosialnya dengan melaporkan hal-hal yang memang tidak sesuai dengan kearifan budaya dan sosial kepada aparat kepolisian.
"Aparat dalam hal ini, pasti akan sangat terbantu dengan gerak bersama warga yang ingin melindungi rumah Indonesia dari praktik-praktik fotokopi budaya luar yang tidak berguna bagi Indonesia, keluarga dan anak-anak kita," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




