Warisan William Sabandar pada Pembangunan Transportasi Indonesia
Sabtu, 30 Juli 2022 | 11:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati mewariskan gading. Ungkapan ini kerap digunakan sebagai apresiasi atas kesan baik, bahkan warisan ikonik yang diberikan seseorang bagi orang banyak. Ungkapan ini juga pantas untuk menggambarkan warisan atau legacy yang ditinggalkan William Sabandar setelah enam tahun mendedikasikan diri di PT MRT Jakarta.
"Ada waktu untuk mulai, ada waktu untuk selesai. (Pada) 14 Oktober 2016, saya menerima mandat untuk memimpin MRT Jakarta, dan 22 Juli 2022, menjelang enam tahun kemudian, amanat itu saya tuntaskan. Secara formal saya tinggalkan organisasi ini, namun hati dan jiwa saya akan selalu melekat sebagai bagian dari MRT Jakarta," ujar ayah tiga anak ini melalui catatan yang dibagikan kepada media.
Baca Juga: Percepatan MRT Fase 3 Perlu Sinergi Sektor Publik dan Swasta
Sebagai profesional, William memang telah pamit dari MRT Jakarta. Namun, apresiasi patut diberikan karena kontribusi besarnya. Fase 1 MRT rute Lebak Bulus-Hotel Indonesia (HI) tak terbantahkan menjadi legacy bagi peradaban baru dunia transportasi Indonesia. Tak hanya cerita sukses fase 1, William juga telah merumuskan arah pembangunan MRT Jakarta lewat penetapan strategi bisnis dan fase-fase lanjutan yang akan dikembangkan.

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan), Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kedua kanan), Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar (kanan), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji (kedua kiri) menghadiri peluncuran Tunnel Boring Machine (TBM) MRT Jakarta Fase 2A di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Kamis, 24 Februari 2022.
"Sebagai manusia tentu ada perasaan sedih meninggalkan sebuah organisasi yang cukup lama ikut saya besarkan. Ini bahkan merupakan jabatan terlama yang pernah saya emban dalam sepanjang karier pengabdian saya. Enam tahun berproses bersama MRT Jakarta dan berinteraksi dengan banyak stakeholder, telah meninggalkan banyak sekali jejak berharga dan kenangan yang indah," kenang suami seorang dokter ini.
"
Tidak mudah membangun sebuah korporasi yang ditugaskan pemerintah membangun sebuah mahakarya sejarah bagi bangsa.
"
Lulusan teknik sipil jurusan transportasi Universitas Hasanuddin Makassar ini mengawali karier profesional sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Pekerjaan Umum pada 1991. Dedikasi dan profesionalisme mengantarnya meraih kesempatan menempuh pendidikan jenjang master of engineering science di bidang transportasi di University of New South Wales, Australia. Tak cukup dengan gelar master, William melanjutkan ke jenjang doktoral dan meraih gelar PhD di Department of Geography, University of Catenbury, New Zealand.
Ditunjang latar belakang pendidikan mumpuni, William kemudian dipercaya menangani proses rehabilitasi pasca-bencana Aceh dan Nias dan juga aktif di sejumlah lembaga internasional. Selesai melaksanakan tugas rehabilitasi Nias pada 2015, ia dipercaya menjadi staf ahli menteri ESDM merangkap ketua Satgas Nasional untuk Percepatan Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.
Latar belakang pendidikan dan pengalaman mumpuni kemudian mengantarnya menjadi orang nomor satu di PT MRT Jakarta pada Juli 2016 menggantikan Dono Bustami. Di tangannya, MRT Fase 1 diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu, 24 Maret 2019. Sejarah baru transportasi Indonesia pun dimulai.

Infografik MRT.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




