Hari Santri, Wali Kota Depok: Santri Jangan Hanya Jadi Alat Politik!
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 15:48 WIB
Depok, Beritasatu.com – Hari Santri Nasional yang jatuh pada Sabtu, 22 Oktober 2022 adalah momentum para santri untuk bisa menjadi aktor utama pelaku politik, bukan hanya sebagai alat mainan politik. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Depok, Mohammad Idris usai menghadiri launching film Dua Ulama di pusat perbelanjaan D’Mall, Margonda, Depok, Sabtu, (22/10/22).
"Pertama, seperti yang sampaikan bahwa, santri ini harus menjadi aktor utama pelaku dalam sejarah, membela bangsa, dan negara," ucap Idris.
Idris mengatakan, memang salah satu inti Hari Santri dijadikan oleh Presiden Jokowi sebagai hari nasional yakni, untuk mengangkat peran aktif para santri dalam membangun sebuah bangsa.
"Ini mengajak seluruh komponen untuk membela negara, bangsa dari segala bentuk penjajahan seperti itu intinya," tutur Idris.
Terkait hal itu, ia pun kembali mengingatkan agar jangan memainkan santri, karena mereka bukanlah alat politik. Di Hari Santri ini, ia berpesan bahwa santri harus jadi pelaku utama politik.
"Jadi memang pondok pesantren itu tempat menempa para santri untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan negara, bukan untuk mainan," ujarnya.
"Mereka seharusnya ditempa untuk jadi pemimpin yang bisa memberikan kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," sambung Idris.
Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menegaskan, ada banyak sosok santri yang ternyata bisa sukses dalam dunia politik.
"Orang nomor satu di Kota Depok adalah santri, Pak Wali Kota Depok, Pak Kyai Idris, kan, mantan santri. Jadi ini perlu dibanggakan oleh para santri di Indonesia, dan santri-santri yang ada di Kota Depok untuk bisa mencontohnya," tukas Imam Budi.
"Jadi banyak sekali para pemimpin bangsa ini yang sudah menjadi santri, maka beliau (Wali Kota Depok) bilang, 'Ayo jangan jadi alat politik, jadilah aktor politik dalam membangun Indonesia'," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




