GPFI Peringatkan Industri Farmasi, Waspada Oknum Pemasok
Rabu, 21 Desember 2022 | 09:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) memperingati perusahaan farmasi untuk waspada terhadap oknum-oknum pemasok nakal. Hal itu disampaikan Elfiano Rizaldi, Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) setelah industri farmasi diguncang dengan kasus penarikan izin CPOB dari 6 perusahaan. Mereka didakwa menggunakan pelarut dengan kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang menjadi penyebab kasus Gagal Ginjal Akut.
Dalam acara Bincang Pagi GP Farmasi Indonesia yang bertajuk "Kembalinya Obat Sirup Yang Hilang, Jangan ada EG/DEG di Antara Kita", Elfiano mengatakan bahwa kasus 6 perusahaan yang ditarik CPOBnya dikarenakan tidak meneliti kembali barang yang diperoleh dari pemasok. GPFI sudah mensosialisasikan kewaspaan pada perusahaan farmasi yang bergabung dengan GPFI.
"Kami mengingatkan kepada anggota untuk meningkatkan kewaspadaan. Yang namanya penjahat pasti ada," kata Elfiano Rizaldi, pada Selasa (20/12/22).
Selain itu, Elfiano juga mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan masukan kepada regulator, yakni kemenkes untuk memperketat peraturan agar tidak ada lagi celah terjadinya hal serupa.
Adapun Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Bareskrim Polri telah melakukan penyelidikan atas meningkatnya kasus gagal ginjal akut pada anak yang belakang ini terjadi di Indonesia.
Hingga kini, beberapa industri farmasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka, sehingga obat sirop sempat ditarik peredarannya. Hingga kini dari 2.000 obat yang ditarik oleh BPOM baru 300 produk yang sudah bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




