ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi Sebut Pemuda Adalah Kunci Indonesia Melompat Jadi Negara Maju

Rabu, 22 Februari 2023 | 15:36 WIB
PL
FS
Penulis: Pudja Lestari | Editor: FFS
Joko Widodo.
Joko Widodo. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo  atau Jokowi menyebut pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya usia produktif adalah kunci agar Indonesia bisa menjadi negara maju. Ia mencontohkan negara-negara yang sebelumnya masuk dalam kategori negara berkembang dapat menjadi negara maju akibat memiliki SDM yang mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi.

Hal itu dikatakan Jokowi saat membuka Muktamar XVIII PP Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (22/2/2023).

Presiden Jokowi menjelaskan saat ini struktur demografi Indonesia didominasi oleh generasi muda. Pada 2023, jumlah penduduk Indonesia mencapai 280 juta, dengan 66,3 juta di antaranya berada pada rentang usia 15 tahun sampai dengan 30 tahun. Jokowi menilai bonus demografi ini harus dimanfaatkan sebagai modal Indonesia untuk melompat maju.

ADVERTISEMENT

Ia mencontohkan negara seperti Korea Selatan dan Taiwan dapat menjadi negara maju salah satunya dengan mengembangkan SDM generasi muda sehingga dapat menciptakan produk yang hanya dapat diproduksi oleh negaranya sendiri. Dengan demikian, negara lain mau tidak mau bergantung kepada negaranya untuk memenuhi kebutuhan permintaan.

"Kalau saya melihat kenapa Korea Selatan, Taiwan, Jepang bisa melompat maju ternyata mereka memiliki produk yang dihasilkan oleh SDM mereka yang menyebabkan negara lain bergantung pada dia. Korsel memiliki yang namanya digital component yang semua membutuhkan itu, Taiwan memproduksi chip yang semua negara besar membutuhkan dan bergantung pada mereka," jelas Jokowi.

Jokowi menyebut salah satu peluang industri yang memiliki nilai tambah tinggi dan memiliki bahan mentah bagi Indonesia adalah baterai kendaraan listrik atau electric vehicle battery. Jokowi menjelaskan, Indonesia mempunyai bahan mentah berlimpah berupa nikel, timah, dan tembaga yang merupakan komponen yang dibutuhkan untuk membuat baterai kendaraan listrik.

Namun, Jokowi mengaku masih ada PR untuk pemerintah dalam mengintegrasikan sumber daya alam mentah yang tersebar di berbagai titik di Indonesia untuk dapat membangun sebuah ekosistem baterai kendaraan listrik.

"Hanya yang dibutuhkan mengintegrasikan nikel yang di Sulawesi, tembaga di Sumbawa dan Papua, bauksit Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau, semuanya bisa diintegrasikan jadi barang namanya EV baterai," jelas Jokowi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wamentan Sudaryono Temui Jokowi Bahas Pertanian Indonesia

Wamentan Sudaryono Temui Jokowi Bahas Pertanian Indonesia

EKONOMI
Terima Kunjungan 3 Co-Founder Sungai Watch, Jokowi Dapat Kado Ini

Terima Kunjungan 3 Co-Founder Sungai Watch, Jokowi Dapat Kado Ini

JAWA TENGAH
Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

NASIONAL
SP3 Rismon Terbit, Jokowi: Artinya Sudah Clear

SP3 Rismon Terbit, Jokowi: Artinya Sudah Clear

NASIONAL
Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Logikanya Terbalik

Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Logikanya Terbalik

NASIONAL
JK Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan Jokowi

JK Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan Jokowi

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon