Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Kaltara Jalani Pemeriksaan Perdana
Selasa, 11 April 2023 | 23:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ditkrimsus Polda Kalimantan Utara (Kaltara) memeriksa perempuan berinisial N yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus tambang emas ilegal di Bulungan, Kaltara, Selasa (11/4/2023).
Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan perdana yang dijalani N usai ditangkap di Jakarta pada Kamis (6/4/2023) dan ditetapkan tersangka keesokan harinya, Jumat (7/4/2023).
"Benar, bahwa hari ini tersangka N kita lakukan pemeriksaan sebagai tersangka. Sebenarnya Sabtu kemarin sudah kita lakukan pemeriksaan sebagai tersangka, tetapi karena surat kuasa penasihat hukum yang ditunjuk belum siap, kita hentikan dulu," ujar Dirkrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Hendy F Kurniawan kepada wartawan, Sabtu (11/4/2023).
Hendy mengatakan tersangka N berperan memberikan perintah kerja kepada lima kelompok. Untuk itu, dalam mengusut kasus ini, Ditkrimsus Polda Kaltara bekerja sama dengan Direktorat Tipidter Bareskrim Polri dengan membagi menjadi dua tim penyidikan. Dit Tipidter Bareskrim Polri menangani dua kelompok pengolahan emas tanpa izin dan tiga kelompok lainnnya disidik Ditkrimsus Polda Kaltara.
"Kami tegas terhadap pihak-pihak di belakang Tersangka N sehingga melakukan illegal mining di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara," kata Hendy.
Polda Kaltara, kata Hendy, akan terus menelusuri adanya pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus tambang ilegal tersebut melalui mekanisme pembuktian. Penyidik, katanya, akan menelusuri pejabat yang menjadi backing tersangka N.
"Kita akan mengikuti alur pembuktian. Ya backing pejabat, penyidik ikuti alur pembuktian perannya sampai di mana terhadap praktik illegal mining tersebut," ungkap polisi yang mengungkap perampok Pulomas pada 2016 silam itu.
"Ditreskrimsus Polda Kaltara akan terus mengejar oknum-oknum yang terlibat dalam kasus illegal mining di wilayah Kalimantan Utara, dan bertindak secara tegas dan terukur, supaya tidak ada lagi oknum penambang nakal yang hendak menambang secara ilegal," kata Hendy menambahkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




