BRIN Lakukan Pengecekan Internal Usai Penelitinya Ancam Warga Muhammadiyah
Selasa, 25 April 2023 | 07:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Beredar di dunia maya dan ramai diperbincangkan soal peneliti BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional, Andi Pangerang Hasanuddin atau AP Hasanudin yang menebar ancaman akan membunuh warga Muhammadiyah melalui akun media sosial.
Adapun ancaman tersebut muncul merespons perbedaan penentuan Idulftri 1444 Hijriah. Diketahui, warga Muhammadyah merayakan Idulfitri pada Jumat (21/4/2023), sedangkan pemerintah menetapkan Idulfitri pada Sabtu (22/4/2023).
Isu meresahkan yang beredar mengenai perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 Hijriah menuai respon warganet, melalui platform media sosial twitter. Percakapan tersebut diduga melibatkan civitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
BRIN mencermati perkembangan isu terkait diskusi maya di media sosial terkait penetapan 1 Syawal 1444 H tersebut.
Sebagaimana diketahui publik, terdapat perbedaan dalam penetapannya. Sebagian publik merayakan Idulfitri pada 21 April 2023. Berdasarkan sidang isbath, pemerintah menetapkan Idulfitri pada 22 April 2022.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengaku mencermati perkembangan isu tersebut dan menyayangkan hal itu. Dia juga segera melakukan pengecekan di internal BRIN.
"Sangat disayangkan, perbedaan ini memicu isu yang kurang produktif dan disinyalir terkait dengan salah satu civitas BRIN," kata dia dalam keterangannya pada Senin (25/4/2023).
Ia menjelaskan, saat ini BRIN sedang melakukan pengecekan atas informasi dan status dari penulis komentar yang meresahkan masyarakat tersebut. Langkah konfirmasi dilakukan untuk memastikan apakah benar sivitas tersebut adalah ASN di BRIN atau bukan.
"Saat ini BRIN sedang melakukan pengecekan kebenaran atas informasi," ungkapnya.
"Apabila penulis komentar tersebut dipastikan ASN BRIN, sesuai regulasi yang berlaku BRIN akan memproses melalui Majelis Etik ASN, dan setelahnya dapat dilanjutkan ke Majelis Hukuman Disiplin PNS sesuai PP 94/2021," tegasnya.
Kepala BRIN juga mengimbau agar publik tidak terpancing dengan isu yang beredar dan mengajak publik untuk merujuk pada sumber informasi yang terpercaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




