Antisipasi Libur Iduladha, Ini yang Disiapkan Pelaku Hotel dan Restoran
Minggu, 25 Juni 2023 | 17:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah telah menetapkan cuti bersama libur Iduladha berlangsung tanggal 28, 29, dan 30 Juni 2023. Cuti bersama ini berdekatan dengan libur akhir pekan yang jatuh pada 1 dan 2 Juli.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran menjelaskan ada beberapa hal yang dilakukan sebagai antisipasi para pelaku usaha perhotelan dan restoran menyikapi libur panjang Iduladha pada pekan depan.
Utamanya setiap pelaku usaha yang ada di daerah-daerah yang menjadi target, seperti daerah-daerah yang memiliki daya tarik wisata atau yang diminati oleh masyarakat untuk bergerak hanya sekedar menghabiskan liburan jarak dekat.
"Jadi setiap pelaku usaha yang ada di daerah-daerah yang menjadi target tentu mereka selalu mempersiapkan ini ya, mereka tetap akan mengejar baik reservasi itu terjadi peningkatan atau tidak. Persiapan terkait masalah tenaga kerjanya, apakah mereka perlu menambahkan jumlah tenaga kerjanya pada saat itu," ungkap Maulana Yusran kepada BTV pada Sabtu, (24/6/2023).
Kemudian yang kedua, dikatakan Yusran. Biasanya kalau mereka tahu ada waktu liburan dan ternyata reservasinya belum meningkat. Mereka akan menggencarkan promosi terhadap usaha hotel atau pun restoran milik mereka.
"Mereka menggerakkan promosi terhadap tempatnya mereka sendiri supaya men-trigger orang-orang tetap untuk bergerak, datang dan menginap di hotelnya, makan di restorannya dan seterusnya," tutur Yusran.
"Tapi kalo bagi daerah-daerah yang memang sudah mendapatkan reservasinya cukup tinggi justru mereka sudah bisa mempersiapkan segala sesuatu jadi lebih awal," lanjut dia.
Yusran menyebut memang dalam hal ini, industri perhotelan dan restoran adalah suatu dinamika. Terlebih pelaku-pelaku industri ini wajib untuk berkaca dari pengalaman-pengalaman libur panjang sebelumnya dan mesti lebih siaga menghadapi kapan pun potensi lonjakannya.
"Memang ini adalah suatu dinamika yang kalo di bisnis perhotelan kita harus melihat bagaimana kejadian kebelakang dan potensinya menjadi challanging tersendiri sih supaya bisa mengimbangi jika mendadak terjadi lonjakan," tutup Yusran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




