HUT Bhayangkara, Kapolri Tekankan Pentinganya Nilai Agama Jadi Pedoman Anggota Polri
Sabtu, 1 Juli 2023 | 08:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada rangkaian HUT Bhayangkara menekankan pentingnya anggota Polri memegang dan menghayati nilai-nilai agama agar terhindar dari perbuatan yang melanggar.
"Selain nilai-nilai Tribarata dan Catur Prasetya, nila-nilai agama menjadi salah satu yang harus dipedomani oleh personel Polri," kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan doa lintas agama di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Jumat (30/6/2023).
Seperti diberitakan, berbagai bentuk penyelewengan dilakukan oleh anggota Polri dari yang berpangkat tingkat terendah hingga perwira tinggi. Mulai dari pelanggaran disiplin, selingkuh atau tindak pidana konvensional hingga yang termasuk kejahatan luar biasa yakni korupsi dan narkoba.
Pelanggaran dilakukan oleh oknum personel kepolisian. Meski demikian, berbagai pelanggaran tersebut dipastikan mencoreng wajah Polri sebagai sebuah institusi yang melayani masyarakat. Karena itu, jajaran Polri terus berusaha meminimalkan anggotanya melakukan pelanggaran.
Pada rangkaian HUT ke-77 Bhayangkara, Polri menggelar kegiatan doa lintas agama dan lomba kerohanian. Pesertanya adalah personel kepolisian.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat aspek kultural sumber daya manusia Korps Bhayangkara. Doa lintas agama dan lomba kerohanian juga diharapkan mempererat persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa.
"Ini terus dilakukan untuk mencari dan mendorong anggota agar betul-betul bisa melaksanakan utamanya penguatan di aspek kultural. Selain nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, nila-nilai agama jadi salah satu yang harus dipedomani," kata Kapolri.
Jenderal bintang empat itu menegaskan bahwa nila-nilai agama harus dipegang oleh seluruh anggota Polri agar terhindar dari perbuatan yang melanggar.
Berbagai lomba kerohanian dalam rangka HUT ke-77 Bhayangkara itu adalah lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) untuk anggota yang beragama Islam, menyanyi solo dan vocal group untuk Kristen dan Katolik, lomba membaca Dharma Panca untuk umat Buddha, serta membaca Saloka untuk umat Hindu.
"Nilai agama sebagai pegangan untuk bisa terus melakukan hal-hal yang bersifat baik dan menghindari hal-hal yang bersifat pelanggaran," kata mantan Kabareskrim Polri ini.
Hadi pada kegiatan doa lintas agama antara lain Panglima TNI Laksamana Yudho Margono, Ketua KPU Hasyim Asy’ari serta para pemuka agama.
Kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan ini juga berlanjut pada rangkaian acara HUT Bhayangkara lainnya yakni revitalisasi situs budaya dan agama.
Polri melakukan revitalisasi situs agama dan situs budaya sebanyak 77 situs sesuai dengan HUT ke-77 Bhayangkara. Kegiatan ini dilaksanakan tiap-tiap Polda di 34 provinsi.
Revitalisasi menjangkau candi, gereja, masjid, klenteng, pura/kuil, istana/keraton, makam, simbol agama, tokoh nasional, dan situs nasional.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut kegiatan revitalisasi situs budaya dan agama tersebut menjadi upaya bersama merawat keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia.
Keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia yang perlu dijaga dan dirawat bersama agar tercipta persatuan dan kesatuan utamanya karena sebentar lagi Indonesia akan melaksanakan Pemilu 2024.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




