Pos Indonesia: Penyaluran Bansos Sembako dan PKH Hampir Selesai
Sabtu, 8 Juli 2023 | 08:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Pos Indonesia (Persero) menyatakan penyaluran bantuan sosial (bansos) sembako dan program keluarga harapan (PKH) hampir selesai. Pos Indonesia menjaga amanah pemerintah menjadi penyalur bantuan sosial (bansos) sembako dan program keluarga harapan (PKH).
Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Haris menyebut pihaknya membuktikan diri selalu melakukan inovasi, sebagai bagian dari proses transformasi menyeluruh, terkait penyaluran bantuan sebagai program dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah.
Wujud komitmen berupa inovasi dan transformasi tersebut dilakukan Pos Indonesia setelah mengevaluasi tahap kedua atau triwulan kedua penyaluran Bansos Sembako dan PKH. Hasil tahap kedua penyaluran tersebut dinilai baik.
"Kami masih diberi kepercayaan oleh pemerintah (Kemensos) untuk menyalurkan bantuan PKH dan sembako. Di triwulan atau tahap dua ini, capaian kami berdasarkan data posisi per 2 Juli, secara nasional sudah mencapai 96,74 persen," kata dia dalam keterangannya Sabtu (8/7/2023).
Haris memaparkan capaian penyaluran bansos sembako dan PKH yang dialokasikan kepada sekitar 3,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), ada dalam skala nasional.
"Dari 3,5 juta data yang kami terima, sudah kami salurkan lebih kurang 3,4 juta. Secara nasional rata-rata kami 96,74 persen, walau ada beberapa regional yang dicapainya sudah 98 persen. Jadi, alhamdulillah kami hampir merampungkan tugas penyaluran PKH dan sembako untuk triwulan 2 tahun 2023 ini," ungkapnya.
Meski begitu, Pos Indonesia tidak mau cepat puas. Fakta ini menjadi tantangan buat Pos Indonesia agar bisa menjaga, bahkan meningkatkan kualitas layanan untuk menyalurkan bantuan-bantuan serupa pada masa mendatang.
"Kami terus melakukan berbagai upaya perbaikan. Kami senantiasa melakukan evaluasi, walau ini bukan hal yang baru. Artinya, bahwa kami sejak tahun 2020 sudah diberi amanah oleh negara untuk menyalurkan berbagai program, termasuk penyaluran Program Keluarga Harapan dan Sembako ini," ujar Haris.
Ia juga menilai perbaikan, inovasi, dan secara bertahap melakukan transformasi digital secara menyeluruh, perlu dilakukan Pos Indonesia. Salah satu tujuannya tentu untuk menjaga kredibilitas sebagai penyalur bantuan, khususnya di hadapan pemerintah.
"Karena selain harus tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, penyaluran ini menyangkut anggaran negara akan dilakukan audit oleh BPK. Karena itu, masalah akuntabilitas menjadi hal prioritas buat kami. Kami juga melakukan upaya-upaya perbaikan dari sisi aplikasi penyaluran Bansos ini. Jadi kami lakukan perbaikan-perbaikan baik dari awal dana kami terima, sampai dana ini kami serahkan (hingga ke tangan penerima manfaat)," kata Haris.
Sejauh ini berbagai upaya telah dilakukan Pos Indonesia agar penyaluran bansos tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel. Salah satunya yaitu dengan memanfaatkan teknologi berupa aplikasi, serta teknologi lainnya dalam mendukung pengumpulan dokumentasi data penerima bantuan.
"Dalam proses penyaluran ini kami memberikan fitur foto rumah, geotagging yang selama ini juga kami upayakan untuk terus kami sempurnakan. Jadi kalau selama ini misalnya berdasarkan evaluasi konfirmasi, validasi yang dilakukan oleh Kemensos masih ada data yang kurang pas, kami lakukan perbaikan," papar Haris.
"Untuk memastikan itu, misalnya dalam penyaluran yang sekarang ini, kami sudah menyematkan artificial intelligent (AI) di aplikasi kita sehingga pada saat misalnya foto itu tidak sesuai dengan standar yang sudah kita tetapkan, ya tidak bisa ngambil foto itu," katanya.
Pos Indonesia juga menyiapkan mekanisme bagi warga tidak memiliki handphone. Mereka akan membagikan undangan yang berisi QR Code kepada penerima.
"Sekali lagi, dari awal kami sudah punya kompetensi terkait dengan penyaluran bantuan ini dan kami lakukan terus transformasi perubahan-perubahan untuk bisa tetap relevan tentang kebutuhan ini. Karena itu, dengan apa yang kami miliki, kami memiliki 4.500 titik layanan yang tersebar sampai ke pelosok-pelosok daerah, bahkan mencakup daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) juga. Kami harap pemerintah bisa terus memberikan amanah ini kepada PT Pos Indonesia, untuk keberlangsungan kami," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




