P2G Sebut Kisruh PPDB Zonasi Baru Puncak Gunung Es
Rabu, 2 Agustus 2023 | 10:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Bidang Litbang Pendidikan P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru) Feriansyah mengatakan bahwa kisruh PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) zonasi saat ini baru puncak gunung es. Ia menuturkan permasalahan yang mendasar bukanlah hal tersebut.
"Kami di P2G, khususnya di Litbang melihat bahwa kisruh PPDB zonasi ini hanya puncak gunung es. Karena apa? Permasalahan yang mendasar itu adalah pemerataan kualitas, mutu dari pendidikan itu sendiri," ujar Feriansyah kepada Beritasatu.com, Selasa (1/8/2023).
Ia mengatakan permasalahan paling banyak terjadi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Daya tampung atau jumlah sekolah tidak mengikuti pertumbuhan dan gerak masyarakat.
"Jadi perkembangan masyarakat ini kalau di perkotaan khususnya itu kan semakin ke pinggir. Kalau di kota Bogor, semakin ke pinggir dari kota Bogor, Jakarta juga seperti itu, Medan juga seperti itu, Bandung juga seperti itu. Jadi perkembangan masyarakat ini kan banyak yang komuter dia jadinya," kata Feriansyah.
Terkait hal-hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki terkait penyelenggaraan sistem zonasi PPDB, pihak P2G telah mencatat ada lima fenomena yang terjadi. Pertama, adanya migrasi domisili. Kedua, sekolah yang kelebihan murid. Ketiga, sekolah yang kekurangan siswa.
"Keempat masalah dalam PPDB yang sering muncul yaitu adanya 'siswa titipan' bahwa masih ada praktik-praktik kecurangan. Kelima adalah anak-anak yang berasal dari keluarga rentan tidak terakomodir dalam kuota," tuturnya.
Menurut P2G, solusinya adalah pelaksanaan PPDB yang lebih afirmasi terhadap anak-anak dari golongan yang rentan, serta anak-anak dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Pasalnya, jika anak-anak yang rentan ini tidak dapat mengakses pendidikan yang gratis, maka mereka lebih memilih untuk putus sekolah.
Tidak hanya memperhatikan kelompok-kelompok yang rentan, pelaksanaan PPDB juga harus berintegritas, lebih adil, lebih terbuka, akuntabel dan sosialisasi penentuan zonasi yang benar.
"Jadi jangan sampai pelaksanaannya ya PPDB zonasi ini kan awalnya agar tidak ada lagi istilah-istilah konsep-konsep, paradigma bahwa ada favorit dan non-favorit. Sebenarnya tidak ada semua sekolah itu favorit dengan keunikan masing-masing dan kebutuhannya masing-masing," jelas Feriansyah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




