ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polusi Udara Sumbang Kenaikan Kasus ISPA dan Pneumonia di Jabodetabek

Senin, 11 September 2023 | 21:53 WIB
FE
FH
Penulis: Fito Akhmad Erlangga | Editor: FER
Ketua Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, Prof DR Dr Agus Dwi Susanto
Ketua Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, Prof DR Dr Agus Dwi Susanto (Beritasatu.com/Fito Erlangga)

Jakarta, beritasatu.com - Ketua Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, Prof DR Dr Agus Dwi Susanto menyebut tingginya polusi udara di wilayah Jabodetabek menyumbang kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Menurut Agus, fenomena ini merupakan dampak jangka pendek yang disebabkan memburuknya kualitas udara di kawasan tersebut.

"Kalau kita lihat sekarang ini banyak muncul adalah dampak jangka pendek atau akut ya. Beberapa data yang ada menunjukkan peningkatan kejadian infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA itu cukup signifikan," kata Agus seusai menghadiri RDPU bersama Komite II DPD di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2023).

ADVERTISEMENT

Agus menjelaskan, berdasarkan laporan tim gugus ISPA DKI Jakarta, terjadi sekitar 100.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

Berdasarkan hasil riset, lanjut dia, terjadi kenaikan jumlah kasus ISPA dan radang  paru atau pneumonia sekitar 20 persen hingga 30% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Seperti di rumah sakit RSUP Persahabatan juga terjadi peningkatan kasus ISPA dan pneumonia rawat jalan yang meningkat 20 persen hingga 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," ujarnya.

Meski faktor pemicu gejala pneumonia tak hanya polusi, Agus mengatakan, kenaikan polutan matters (pm) 2.5 telah berkontribusi menaikan jumlah kasus ISPA dan pneumonia sekitar 20 - 25 Persen.

"Pneumonia itu bisa terjadi faktor risikonya itu adalah polusi kalau tidak salah angkanya sekitar 20 sampai 25% dan yang lainnya faktor resikonya bukan polusi, artinya, peningkatan Pneumonia yang ada tidak serta merta diakibatkan oleh kaitannya dengan polusi tetapi polusi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kasus Pneumonia," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

NUSANTARA
Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

NASIONAL
BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

NASIONAL
Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

LIFESTYLE
Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

LIFESTYLE
Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon