ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Regina Art Akan Kembali Tampil di 5 Negara Eropa

Rabu, 27 September 2023 | 19:31 WIB
MB
WP
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: WBP
Konferensi pers Regina Art Monologue Project di Jakarta, Selasa 27 September 2023.
Konferensi pers Regina Art Monologue Project di Jakarta, Selasa 27 September 2023. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah sukses dengan pementasan di Indonesia serta di Meksiko dan Amerika Serikat (AS), Regina Art menginformasikan pertunjukan dua monolog akan dipentaskan di lima negara Eropa, yakni Jerman, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Prancis.

Wawan Sofwan selaku sutradara dan pemain dalam Regina Art Monologue Project mengatakan isu nasionalisme dan kekerasan terhadap perempuan adalah latar belakang pementasan dua monolog ini. Dikatakannya, dua monolog akan dipentaskan di negara Eropa sebagai misi budaya dan sejarah bagi Regina Art. "Bagi saya ini langkah luar biasa, semoga dua monolog ini bisa dipentaskan ke negara lainnya, yang ingin mengenal sejarah Indonesia lebih lengkap," ujar Sofwan dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (26/9/2023).

Ia menyebutkan ada dua judul monolog Regina Art yang akan dipentaskan, yakni Besok Atau Tidak Sama Sekali yang ditampilkan Wawan Sofwan tentang perjuangan batin Soekarno sang proklamator sesaat sebelum proklamasi. Selain itu, ada monolog Cotton Candy karya ED Jenura yang ditampilkan Joane Win tentang perjuangan korban kekerasan seksual dalam mengatasi traumanya.

ADVERTISEMENT

Sofwan berharap pertunjukan dua monolog menyasar penonton diaspora Indonesia di kota-kota tempat pertunjukan berlangsung serta masyarakat lokal yang tertarik pada tema yang diangkat maupun seni pertunjukan teater.

Sofwan menuturkan Regina Art Monologue Project ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, seperti KBRI dan atase pendidikan dan budaya Indonesia di beberapa negara. Adapun bentuk dukungannya baik dari sisi teknis pertunjukan dan mempromosikan kepada diaspora Indonesia.

Sementara itu, Joane Win selaku produser dan pemain dalam Regina Art Monologue Project berharap penonton dapat mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. "Kita dapat bersama-sama lebih menghargai para pendahulu bangsa, meningkatkan empati dan kesadaran, ikut berpartisipasi dalam melawan tindak kekerasan seksual, dan turut serta membela hak asasi manusia," ucapnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga berharap pementasan dua monolog di mancanegara dapat menyadarkan bahwa setiap orang mempunyai hak sama untuk memperoleh kebebasan, keadilan, perlindungan, dan perdamaian.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon